Halaman

Today

Dalam hidup ini kita tidak dapat melakukan hal yang besar, kita hanya dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.

Selasa, 07 Juni 2011

Sidik Jari (Fingerprint) Dan Pengertian Biometric

Sidik Jari (Fingerprint)
Berbagai peninggalan purbakala memperlihatkan bahwa sejak dahulu, telah diketahui bahwa sidik jari yang dimiliki seseorang berbeda dengan orang lain. Di beberapa batu terpahat pola sidik jari yang berusia ribuan tahun sebelum Masehi. Tetapi,  kajian ilmiah mengenai inividuality dari biometrics baru dilakukan pertamakali pada abad 16.  Publikasi ilmiah tertua tercatat dilakukan oleh Nehemiah Grew, pada tahun 1684, yang membahas secara sistematis struktur sidik jari, meliputi ridge, furrow dan pore.  Pada tahun 1880, Henry Fauld  menyampaikan presentasi ilmiah yang membahas mengenai keunikan sidik jari berdasarkan observasi secara empiris. Sedangkan Sir Francis Galton pada tahun 1892 memperkenalkan minutiae sebagai dasar untuk melakukan proses matching.Sebuah sidik jari dapat direpresentasikan dengan berbagai cara, misalnya citra, minutiae, dan sebagainya. Agar dapat dipakai dalam proses matching, representasi sebuah fingerprint tersebut harus memenuhi dua syarat [7]:
  1. saliency
sidik jari harus memiliki informasi yang cukup memadai sehingga dapat dipakai untuk membedakan sidik jari seseorang dengan yang lain.
  2. suitability
sidik jari harus mudah diekstrak, compact, sehingga dapat disimpan untuk proses matching.
Pola sidik jari dapat dibagi menjadi tiga: loop, whorl dan arch. Pola loop paling banyak, yaitu sekitar 65%, whorl sekitar 30% dan arch sekitar 5%.  Dari pola sidik jari tsb. Informasi yang diperlukan dapat diperoleh dengan mengekstrak minutiae.  Arti minutiae adalah detail kecil. Minutiae pada sidik jari adalah titik dimana sebuah ridge (bukit) diskontinu (putus). The American National Standards Institute (ANSI) pada tahun 1986 mengusulkan taksonomi berdasarkan 4 kelas: terminations,bifurcations, trifurcations (atau crossovers) dan undetermined. Berbeda dengan ANSI, FBI menetapkan model koordinat minutiae hanya berdasarkan termination dan bifurcations, yaitu tiap minutia dinotasikasikan berdasarkan class, koordinat x dan y, dan sudut yang dibentuk oleh garis ridge dan sumbu horizontal pada titik minutia tersebut [7].
Dalam proses matching, untuk menyatakan bahwa dua buah sidik jari berasal dari jari yang sama harus dipenuhi syarat-syarat sbb.
  1. kesesuaian konfigurasi pola global antara kedua buah sidik jari
  2. kesesuaian kualitatif (qualitative concordance), yaitu minutiae yang bersesuaian harus identik.
  3. faktor kuantitatif, yaitu banyaknya minutiae bersesuaian yang ditemukan harus memenuhi syarat minimal (guideline forensik di AS mensyaratkan minimal 12 minutiae)
  4. detail minute yang bersesuaian harus identik
Teknik matching sidik jari yang dikembangkan sangat beragam, dan dapat dikategorisasikan ke dalam 3 tipe:
Correlation-based matching
Proses matching dilakukan berdasarkan perbandingan antar pixel dari kedua citra sidik jari, dilakukan dengan mencoba berbagai penyelarasan (alignment) kedua citra.
Minutiae-based matching
Teknik kedua adalah yang paling populer dilakukan, dimana proses matching dilakukan berdasarkan perbandingan minutiae yang diekstrak dari kedua sidik jari, yang dilakukan dengan mencoba berbagai penyelarasan (alignment) kedua citra.
Ridge feature-based matching
Apabila kualitas citra sidik jari sangat rendah, proses ektraksi minutiae sangat sulit dilakukan. Sebagai gantinya, pola ridge (orientasi lokal, frekuensi, bentuk dan tekstur) pada sidik jari yang diekstrak dan dipakai dalam proses matching.
Pemanfaatan fingerprint sebagai alat identifikasi telah diuji sejak lama, dan standardisasi maupun evaluasinya telah jauh lebih maju dibandingkan dengan biometrics yang lain.

Pengertian Biometrics
Biometrics adalah salah satu teknologi yang dewasa ini makin meningkat intensitas pemanfaatan maupun penelitiannya. Definisi biometrics cukup beragam. Mengacu pada kamus Merriam-Webster[1],  Biometrics didefinisikan sebagai berikut “the measurement and analysis of unique physical or behavioral characteristics (as fingerprint or voice patterns) especially as a means of verifying personal identity”.  Adapun teknologi biometrics didefinisikan sebagai berikut“Biometric technologies” are automated methods of verifying or recognizing the identity of a living person based on a physiological or behavioral characteristics[2][3]

Dari kedua definisi ini dapat disimpulkan bahwa:
Data masukan pada sebuah sistem biometrics terdiri dari dua kategori: karakteristik fisis dan karakteristik perilaku seseorang

Tujuan dari pemakaian biometrics adalah untuk mengenali identitas personal seseorang berdasarkan ciri biometrics yang dimiliki orang tersebut
proses verifikasi atau recognition dilakukan secara otomatis yaitu lewat komputer. Teknik laboratorium forensik seperti latent fingerprint, analisa rambut dan DNA tidak termasuk dalam kategori teknologi biometrics

Sasaran identifikasi adalah manusia yang masih hidup. Karena itu pemakaian metode yang sama untuk identifikasi selain manusia yang masih hidup seperti buah dan sayur, tidak termasuk dalam definisi biometrics.

Reference:
http://asnugroho.wordpress.com/2010/04/19/sekilas-mengenai-biometrics/

Sumber : Klik disini

Mengapa Baterai Laptop Mudah Terbakar?

LONDON - Seringkali Anda mendengar kasus tentang terbakarnya Laptop, iPod atau gadget lainnya yang disebabkan karena baterai yang digunakan terlalu panas dan memicu terbakarnya gadget. Sejumlah peneliti dari Cambridge University mengklaim telah menemukan jawaban mengenai baterai yang cepat terbakar.

Menurut para peneliti, penyebab utama mudah terbakarnya baterai karena disebabkan semacam bahan serat logam yang disebut 'Dendrit', komponen pada baterai tersebut bertanggung jawab untuk sirkuit pendek yang menyebabkan baterai dapat memancarkan api.


"Baterai di laptop dan telepon dirancang untuk dapat diisi (dicharge) dengan cepat, tetapi hal ini dapat menyebabkan dendrit membentuk anoda karbon pada baterai, Serat ini adalah salah satu penyebab utama sirkuit pendek, yang dapat, pada gilirannya, menyebabkan baterai panas dan bahkan api," kata Professor Clare Grey dari jurusan teknik Kimia Cambridge University seperti dilansir Telegraph, Rabu (19/5/2010)


Kini, Clare dan tim berharap untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dengan meneliti lebih lanjut tentang bagaimana bentuk dendrit, dan bagaimana perkembangan mereka dapat dihentikan. Ahli kimia tersebut menggunakan resonansi spektroskopi magnetik untuk melacak perkembangan dendrit. Diharapkan bahwa informasi ini akan membantu produsen elektronik konsumen meningkatkan keamanan baterai lithium.


"Serat lithium telah menjadi hambatan yang signifikan terhadap komersialisasi generasi baru baterai kapasitas yang lebih tinggi," tambah Clare Grey.


"Faktor keamanan baterai harus segera dipecahkan sebelum menginjak ke generasi terbaru baterai lithium-ion, sehingga kita dapat lebih aman menggunakan baterai-baterai tersebut," tandas Grey. 
 Sumber : okezone.com 

Pengertian Adaptor Beserta Pemeliharaan,Pengecekan Serta Kerusakan-kerusakannya Dan Cara Memperbaikinya

Adaptor adalah suatu alat yang dapat menurunkan tegangan dan merubah arus listrik AC ke DC.Di dalam rangkaian adaptor terdapat trafo yang berfungsi menaikkan dan menurunkan tegangan.Trafo ada dua jenis yaitu :

1 Trafo step up (menaikkan tegangan)
2 Trafo step down (menurunkan tegangan)

Di dalam penggunaan adaptor ada yang memakai trafo CT biasanya digunakan untuk rangkaian catu daya amplifier atau speaker aktif.Dan ada pula yang memakai trafo switching biasanya digunakan untuk adaptor charger handphone.
Di dalam penggunaan adaptor kita juga harus memperhatikan kondisi adaptor ,apakah adaptor itu berfungsi dengan baik atau tidak.Adaptor dengan kondisi yang baik dapat meng-optimalkan kinerja adaptor serta mengurangi dampak konsleting pada adaptor. Adaptor yang sering dibersihkan dan dirawat memiliki ketahanan dan kemampuan yang maksimal. Dengan begitu kita harus tahu cara pemeliharaan adaptor yang baik dan benar karena adaptor yang sering dirawat akan lebih tahan lama dalam penggunaannya.
Berikut adalah cara pemeliharaan adaptor :
*Membersihkan adaptor dari debu
Cara yang tepat untuk membersihkan adaptor dari debu adalah dengan menggunakan kain basah serta jangan lupa untuk mencabut body adaptor dari rangkaian,lalu lap secara merata sampai ke ujung-ujung body adaptor.dan untuk membersihkan jack(pelatuk) adaptor gunakan kain kering.
*Membersihkan rangkaian adaptor
Dalam membersihkan rangkaian adaptor kita harus berhati-hati karena kalau tidak berhati-hati dapat menimbulkan kerusakan serta kelecetan pada rangkaian maka itu gunakan kain kering atau tisu kering untuk membersihkan rangkaian dari debu dan bersihkan secara merata dengan menggosokkan secara perlahan-lahan.
*Hindari adaptor dari tempat yang lembab dan berair
Menghindari adaptor dari tempat yang lembab dan berair adalah cara yang tepat dalam pemeliharaan adaptor karena apabila adaptor ditaruh di tempat yang lembab dan berair dapat menyebabkan komponen-komponen adaptor rusak serta dapat menyebabkan konsleting jika suatu saat adaptor dipakai.


Disamping perawatan dan pemeliharaan adaptor,kita harus tahu juga apakah adaptor yang kita pakai berkondisi baik atau tidak.Cara mengetahui apakah adaptor kita berkondisi baik atau tidak yaitu dengan cara melakukan pengecekan yaitu
* Cek tegangan output adaptor dengan menggunakan AVOmeter (Multitester)
Mengecek tegangan output adaptor berarti meyakini apakah adaptor berkondisi baik atau tidak apabila setelah di cek adaptor tidak memiliki tegangan output maka adaptor dalam kondisi rusak.
*Cek suhu trafo pada adaptor
Bila saat pengecekan suhu pada adaptor memiliki panas yang berlebih berarti adaptor dalam kondisi rusak.


Setelah pengecekan adaptor selesai muncul permasalahan yang timbul mengenai adaptor.Berikut dibawah ini adalah permasalahan-permasalahan yang kita jumpai pada adaptor :
*Output tegangan pada adaptor tidak ada
*Output tegangan pada adaptor tidak sesuai dengan nilai tegangan pada Output IC(tidak normal)
*Output tegangan pada adaptor tidak stabil (Tegangan naik turun)
*Adaptor mengeluarkan hawa panas yang berlebihan sehingga casing meleleh






Kerusakan pada adaptor dan cara memperbaikinya

Di dalam penggunaan adaptor terdapat kerusakan-kerusakan yang timbul.Apabila adaptor berfungsi dengan tidak normal selayaknya adaptor atau adaptor mati total kemungkinan kerusakan pada bagian kabel jack input,,Trafo dan rangkaian maka itu lakukan pengecekan pada bagian tersebut.Berikut dibawah ini adalah cara untuk melakukan pengecekan pada bagian tersebut dan solusi untuk menanganinya.
1 Kabel jack input
Lihat dan cek jack input adaptor apakah kabelnya terhubung dengan baik pada adaptor dan sumber tegangan ,kalau tidak terhubung dengan baik maka kabel jack atau pelatuk jack rusak/putus maka solusinya ganti kabel jack atau pelatuk jack.
2 Transformator
Trafo adalah bagian terpenting pada adaptor apabila trafo rusak dapat menyebabkan adaptor mati total.Maka itu Cek output trafo apakah ada tegangan keluar atau tidak , kalau tidak ada berarti trafonya rusak.Solusinya trafo harus diganti.
3 Rangkaian
Jika output trafo ada tegangan tetapi output adaptor tidak ada tegangan berarti tidak diragukan lagi yaitu rangkaian catu dayanya rusak.
Solusinya :
-Cek dioda apakah berfungsi dengan baik yaitu dengan menggunakan AVOmeter.
-Cek apakah elco bekerja dengan normal yaitu dengan mencabut elco dari rangkaian lalu tes dengan AVOmeter jika elco rusak ganti dengan elco yang baru.
-Cek output tegangan IC (IC7805,IC 7812 dan IC lainnya)Kalau tidak ada tegangan berarti IC rusak maka itu harus diganti.

Sumber : Klik Disini

Tips Menggunakan Flashdisk

 Nich aku bagi tips pake flashdisk, moga bisa membantu agan n aganwati sekalian hew2 :
1. Bila akan mengedit file, biasakan mengopikan file yang akan diedit dari flash disk ke komputer dulu, baru setelah file-nya selesai diedit, file tersebut dikopikan kembali ke flash disk. Jangan mengedit file apapun di dalam flash disk secara langsung.
2. Bila flash disk tidak dalam keadaan aktif digunakan, sebaiknya cabut saja. (maka dari itu lakukan no.1 di atas)
3. Colokan flash disk di CPU mungkin akan kendor karena sering digunakan atau dicabutpasangi dengan berbagai alat yang menggunakan USB. Sebaiknya gunakan kabel USB extension. Jadi Flash Disk kita dicolokkan ke kabel tersebut, bukan langsung ke CPU.
4. Bila data di dalam flash disk tiba-tiba semua menghilang, mungkin karena virus. Jangan buru-buru memformat. Biasanya file-file tersebut hanya disembunyikan saja. Gunakan Explorer, klik Tools, klik Folder Options, klik view, dan klik show hidden file and folders.

Sumber : Klik disini

Senin, 06 Juni 2011

Tutorial MatLab

Buat yang mau belajar Matlab, Nich aku buatin tutorial sederhananya :


Silakan diklik, kalau ada yang mau ditanyakan, tanyakan saja... Monggo ^^

Rabu, 18 Mei 2011

Perbedaan Fat, Fat 32, NTFS

Windows Xp mempunyai 3 filesystem
1. FAT 16 = File Allocation Table 16
2. FAT 32 = File Allocation Table 32
3. NTFS = NT File System

* FAT16
FAT16 dikenalkan oleh MS-DOS tahun 1981 (udah lama banget). Awalnya, Sistim ini didesign untuk mengatur file di floopy drive dan mengalami beberapa kali perubahan sehingga digunakan untuk mengatur file di harddisk. Keuntungan FAT16 adalah file system ini kompatibel hampir di semua Operating System baik itu WIndows 95/98/me, OS/2 , Linux dan bahkan Unix. Namun dibalik itu masalah paling besar dari FAT16 adalah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi , jadi semakin besar harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi , enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.

* FAT32
FAT32 mulai di kenal pada sistim Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lebih dari FAT16. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16. Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya Operating System yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa di kenal oleh hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows Xp karena Windows Xp tidak peduli file sistim apa yang di gunakan pada partisi.

* NTFS
NTFS di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar benar berbeda di banding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik , kompresi file , cluster dan bahkan support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk Windows Xp dan apabila anda melakukan upgrade Windows biasa anda akan di tanyakan apakah ingin mengupgrade ke NTFS atau tetap menggunakan FAT. Namun jika anda sudah melakukan upgrade pada Windows Xp dan tidak melakukan perubahan NTFS itu bukan masalah karena anda bisa mengkonversinya ke NTFS kapanpun. Namun ingat bahwa apabila anda sudah menggunakan NTFS akan muncul masalah jika ingin downgrade ke FAT tanpa kehilangan data.
Pada Umumnya NTFS tidak kompatibel dengan Operating System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek apabila anda melakukan StartUp Boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disarankan kepada anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan file system FAT di awal partisi. Partisi ini dapat anda gunakan untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah. Namun dengan teknologi Windows Xp sekarang yang mempunyai Recovery Tool sendiri , Saya rasa itu tidak begitu penting karena kemampuan Recovery Tool dari Windows Xp sudah cukup baik.

* NTFS Vs FAT
Jika anda menjalankan lebih dari 1 Operating System di pc anda , anda mungkin perlu menyediakan partisi untuk FAT. Anda bisa memasukkan file / program ke partisi tersebut karena FAT bisa di akses oleh Operating System apapun di harddisk anda. Tapi perlu di ingat, FAT tidak mempunyai security dalam data dan semua Operating System yang terinstall memiliki akses 100% kepada partisi yang menggunakan FAT (read,write,delete,execute). Dalam kasus lain bahkan bisa dilakukan antar jaringan apabila terkoneksi jadi jangan menyimpan file penting dalam FAT System.

sumber : klik disini

Kamis, 05 Mei 2011

Mengenal Program MATLAB




MATLAB adalah sebuah bahasa dengan (high-performance) kinerja tinggi untuk komputasi masalah teknik. Matlab mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman dalam suatu model yang sangat mudah untuk pakai dimana masalah-masalah dan penyelesaiannya diekspresikan dalam notasi matematika yang familiar.
 
Penggunaan Matlab meliputi bidang–bidang:
• Matematika dan Komputasi
• Pembentukan Algorithm
• Akusisi Data
• Pemodelan, simulasi, dan pembuatan prototipe
• Analisa data, explorasi, dan visualisasi
• Grafik Keilmuan dan bidang Rekayasa

MATLAB merupakan suatu sistem interaktif yang memiliki elemen data dalam suatu array sehingga tidak lagi kita dipusingkan dengan masalah dimensi. Hal ini memungkinkan kita untuk memecahkan banyak masalah teknis yang terkait dengan komputasi, kususnya yang berhubungan dengan matrix dan formulasi vektor, yang mana masalah tersebut merupakan momok apabila kita harus menyelesaikannya dengan menggunakan bahasa level rendah seperti Pascall, C dan Basic.

Nama MATLAB merupakan singkatan dari matrix laboratory. MATLAB pada awalnya ditulis untuk memudahkan akses perangkat lunak matrik yang telah dibentuk oleh LINPACK dan EISPACK. Saat ini perangkat MATLAB telah menggabung dengan LAPACK dan BLAS library, yang merupakan satu kesatuan dari sebuah seni tersendiri dalam perangkat lunak untuk komputasi matrix. Dalam lingkungan perguruan tinggi teknik, Matlab merupakan perangkat standar untuk memperkenalkan dan mengembangkan penyajian materi matematika, rekayasa dan kelimuan. Di industri, MATLAB merupakan perangkat pilihan untuk penelitian dengan produktifitas yang tingi, pengembangan dan analisanya.

Fitur-fitur MATLAB sudah banyak dikembangkan, dan lebih kita kenal dengan nama toolbox. Sangat penting bagi seorang pengguna Matlab, toolbox mana yang mandukung untuk learn dan apply technologi yang sedang dipelajarinya. Toolbox toolbox ini merupakan kumpulan dari fungsi-fungsi MATLAB (Mfiles) yang telah dikembangkan ke suatu lingkungan kerja MATLAB untuk memecahkan masalah dalam kelas particular. Area-area yang sudah bisa dipecahkan dengan toolbox saat ini meliputi pengolahan sinyal, system kontrol, neural networks, fuzzy logic, wavelets, dan lain-lain.


Kelengkapan pada Sistem MATLAB
Sebagai sebuah system, MATLAB tersusun dari 5 bagian utama:
1. Development Environment. Merupakan sekumpulan perangkat dan fasilitas yang membantu anda untuk menggunakan fungsi-fungsi dan file-file MATLAB. Beberapa perangkat ini merupakan sebuah graphical user interfaces (GUI). Termasuk didalamnya adalah MATLAB desktop dan Command Window, command history, sebuah editor dan debugger, dan browsers untuk melihat help, workspace, files, dan search path.

2. MATLAB Mathematical Function Library. Merupakan sekumpulan algoritma komputasi mulai dari fungsi-fungsi dasar sepertri: sum, sin, cos, dan complex arithmetic, sampai dengan fungsifungsi yang lebih kompek seperti matrix inverse, matrix eigenvalues, Bessel functions, dan fast Fourier transforms.

3. MATLAB Language. Merupakan suatu high-level matrix/array language dengan control flow statements, functions, data structures, input/output, dan fitur-fitur object-oriented programming. Ini memungkinkan bagi kita untuk melakukan kedua hal baik “pemrograman dalam lingkup sederhana ” untuk mendapatkan hasil yang cepat, dan “pemrograman dalam lingkup yang lebih besar” untuk memperoleh hasil-hasil dan aplikasi yang komplek.

4. Graphics. MATLAB memiliki fasilitas untuk menampilkan vector dan matrices sebagai suatu grafik. Didalamnya melibatkan high-level functions (fungsi-fungsi level tinggi) untuk visualisasi data dua dikensi dan data tiga dimensi, image processing, animation, dan presentation graphics.  Ini juga melibatkan fungsi level rendah yang memungkinkan bagi anda untuk membiasakan diri untuk memunculkan grafik mulai dari benutk yang sederhana sampai dengan tingkatan graphical user interfaces pada aplikasi MATLAB anda.

5. MATLAB Application Program Interface (API). Merupakan suatu library yang memungkinkan program yang telah anda tulis dalam bahasa C dan Fortran mampu berinterakasi dengan MATLAB. Ini melibatkan fasilitas untuk pemanggilan routines dari MATLAB (dynamic linking), pemanggilan MATLAB sebagai sebuah computational engine, dan untuk membaca dan menuliskan MAT-files.

sumber : klik disini