Halaman

Today

Dalam hidup ini kita tidak dapat melakukan hal yang besar, kita hanya dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.
Tampilkan postingan dengan label perangkat lunak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perangkat lunak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2020

Pengertian NFC

NFC, atau Near-Field Communication adalah salah satu teknologi komunikasi antar gadget terbaru yang menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification) untuk saling bertukar data dalam jarak dekat, sekitar 4 inci.

Teknologi NFC ini memungkinkan pertukaran data antar gadget dan alat hanya dengan sentuhan jarak dekat, dan hanya membutuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik. Tidak perlu lagi setting manual koneksi seperti ketika pengguna masih menggunakan sinyal Bluetooth, NFC sudah secara otomatis mengkoneksikan kedua perangkat dengan cepat sesuai kebutuhan. Setelah mengetahui apa itu NFC, tentu pembaca mulai menerka bagaimana teknologi ini bekerja.

Teknologi NFC bekerja dengan sistem transmisi sinyal radio jarak pendek. Perangkat dengan NFC tidak membutuhkan energi listrik yang besar. Ada dua jenis perangkat NFC, satu perangkat tag pasif dan satu lagi perangkat tag NFC pada ponsel. Ketika melakukan kontak, kedua perangkat ini akan saling terkoneksi dan melakukan pertukaran data dengan frekuensi radio ISM 13.56 MHz dengan maksimum rate transfer 424 Kbps. Bila pembaca sudah mengetahui apa itu NFC dan bagaimana NFC bekerja, mari lompat ke apakah aplikasi NFC yang mungkin saat ini dan di masa depan.


Penggunaan NFC di Kehidupan Sehari-Hari

Dengan mengetahui apa itu NFC, maka tentu sudah bisa terbayang berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi ini di kemudian hari. Pelan tapi pasti, NFC kemungkinan akan menggeser kehadiran dompet, kartu ATM maupun kredit, dan tiket-tiket kertas konvensional lainnya (entah itu tiket angkutan umum, pesawat, konser, bioskop, dan lainnya.)

Berikut adalah beberapa kegunaan NFC di dalam kehidupan nyata, yang dirangkum dalam kehidupan satu hari pembaca sebagai seorang karyawan, agar pembaca lebih mengerti lagi apa itu NFC dengan segala kemungkinan yang membuat tercengang, dimana hidup akan terasa jauh lebih mudah dari biasanya.

Ketika terbangun, Anda melihat susu di kulkas sudah mau habis. Cukup dekatkan ponsel Anda ke kontainer susu yang biasa anda beli, secara otomatis susu akan masuk ke daftar belanja Anda setelah pulang kerja, lengkap dengan harga dan gerai dimana susu itu bisa dibeli. Pertukaran informasi yang cepat untuk membantu Anda berbelanja dan melakukan komparasi harga sebelum membeli produk.

Anda adalah pelanggan setia kereta api untuk pergi ke tempat kerja. Antrian di loket karcis penuh? Tidak usah khawatir, karena Anda memiliki NFC di ponsel, memungkinkan Anda untuk langsung berjalan menuju ke gerbang. Dekatkan ponsel ke tag pasif NFC di gerbang, dan Anda sudah masuk ke peron tanpa harus mengantri tiket lagi. NFC untuk sarana angkutan umum dengan sistem prabayar tentu membuat hidup menjadi lebih mudah. Aplikasi ini sudah diterapkan di Jepang dan di Inggris.

Sembari menunggu kereta, Anda dapat pergi menuju ke kios di depan peron, membeli koran hari ini untuk dibaca selama perjalanan. Tidak perlu repot mengeluarkan uang, cukup dekatkan sekali lagi ponsel anda ke tag pasif NFC, maka pembayaran pun dapat dilakukan, debit maupun kredit. NFC ternyata bisa digunakan sebagai sarana pembayaran yang mobile menggantikan kartu-kartu yang membuat dompet Anda penuh sesak.

NFC dapat juga dijadikan sebagai kunci keamanan. Sampai di kantor, Anda dapat membuka pintu dengan menggunakan NFC sebagai identitas masuk. Tidak perlu lagi kunci fisik ataupun kartu identitas bermagnet, NFC sudah melakukannya semua untuk Anda.

Pulang dari kantor, Anda melewati toko buku dan melihat buku terbaru karangan penulis favorit Anda sudah terbit. Poster dengan tag NFC pasif terpajang di depan toko buku itu. Dekatkan ponsel Anda, dan preview serta sinopsis pun dapat dibaca di ponsel sebelum Anda memutuskan untuk membeli atau tidak. NFC memberi kenyamanan dan kemudahan dalam promosi produk baru, membuat rumah Anda tidak dipenuhi brosur-brosur kertas yang juga tidak ramah lingkungan.

Apa itu NFC?



Amankah Penggunaan NFC?
Saat ini mungkin belum banyak yang tahu apa itu NFC, namun diprediksi dalam lima tahun ke depan, aplikasi NFC akan semakin luas di masyarakat. Pertanyaan yang kemudian mencuat, apakah aman menggunakan NFC yang semuanya dijejalkan dalam satu perangkat ponsel untuk bertukar data, memesan tiket, bahkan melakukan pembayaran secara mobile?

Tingkat keamanan NFC dipercaya sudah sangat tinggi dan aman untuk digunakan. Dengan spesifikasi keamanan yang sangat layak dan sertifikasi keamanan setiap melakukan download data dengan melalui TSM (Trusted Service Manager) maka penggunaan NFC akan sangat melindungi konsumen, terlebih bagi mereka yang benar-benar awam dengan apa itu NFC.


Pada smartphone harga murah hingga mahal kita sering melihat kata NFC dalam spesifikasinya, namun masih belum banyak yang mengetahui fungsi fitur ini. Mulai dari Samsung hingga BlackBerry dengan rajinnya membenamkan NFC pada perangkat mereka. Fungsi NFC memungkinkan smartphone kita sebagai alat pembayaran, permainan multiplayer, atau berbagi musik, foto dan dokumen dengan lebih efisien. NFC adalah singkatan dari Near Field Communication yang intinya menciptakan komunikasi antar dua perangkat dengan cara menyinggungkan atau mendekatkan dua perangkat pada jarak hingga beberapa sentimeter saja. Pertanyaan yang muncul selanjutnya mungkin adalah mengenai apa perbedaan NFC dan Bluetooth.

Perbedaan NFC dan Bluetooth terletak pada jangkauan berkomunikasi dan mekanisme komunikasi. NFC hanya bisa berkomunikasi pada jarak yang lebih pendek daripada Bluetooth, yaitu pada kisaran kurang dari 10 cm saja atau dengan cara menyinggungkan dua jenis perangkat, sedangkan Bluetooth bisa tetap berfungsi dalam jarak sampai 10m. Kelebihan NFC dari Bluetooth adalah kemampuannya berkomunikasi tanpa proses pairing seperti halnya Bluetooth. Selain itu NFC menguras energi baterai lebih sedikit daripada Bluetooth. Hal yang paling mengesankan adalah NFC memungkinkan smartphone berfungsi sebagai alat pembayaran.

Jika anda pernah melihat film fiksi ilmiah yang bercerita tentang masa depan, anda akan melihat bahwa semua kegiatan bisa dilakukan secara nirkabel. Hal ini juga yang coba dirintis oleh NFC untuk alat pembayaran secara contactless atau tidak perlu adanya kontak yang berisi pertukaran informasi sensitif seperti nomer kartu kredit atau kehadiran secara fisik kartu kredit yang digunakan. Dengan NFC anda tidak perlu membawa dompet atau kartu kredit anda secara fisik untuk berbelanja cukup membawa smartphone anda yang memiliki fungsi NFC. Aplikasi seperti Google Wallet dari Google, dan komponen pendukungnya seperti PayPass dari Mastercard telah banyak digunakan dinegara-negara Eropa serta India. Hal ini mendorong para merchant disana untuk menyediakan infrastruktur pendukung pembayaran melalui NFC yang dinamakan “Tag” atau semacam reader untuk perangkat yang memiliki NFC.

Google Wallet sendiri adalah dompet virtual yang bisa diisi dengan keterangan kartu kredit anda yang kemudian bisa digunakan pada merchant yang menerima Mastercard PayPass. Dengan sistem ini nomer kartu kredit anda tidak akan diketahui oleh merchant saat melakukan transaksi. Secara singkatnya anda seperti mempunyai paypai yang bisa digunakan ditoko offline. Sayangnya penggunaan Google Wallet masih tersendat-sendat di Indonesia. Tetapi ada pula fungsi NFC yang bisa dirasakan manfaatnya oleh publik Indonesia.

Mulai dari permainan hingga berbagi foto dapat anda lakukan dengan NFC. Jika anda menyukai permainan, NFC memungkinkan anda melakukan permainan multiplayer cukup dengan menyinggungkan perangkat yang ada. Cara bermain dengan NFC memang sedikit berbeda dengan permainan konvesional dan permainan yang diakses pun harus memiliki versi permainan untuk NFC. Dengan permainan NFC kita akan banyak menyinggungkan smartphone kita alih-alih hanya menekan atau menyentuh layar seperti pada permainan biasa. Kelebihannya, karena NFC tidak memakan banyak energi, durasi bermain anda akan lebih panjang. Saling berbagi foto, dokumen, musik atau video kini lebih mudah dengan NFC yang tidak memerlukan pairing atau passcode seperti halnya Bluetooth, cukup singgungkan atau dekatkan dua perangkat yang ada, maka semua hal bisa terkirim. Sudah cukup banyak perangkat yang memiliki NFC. Selain itu dengan kita bisa menghubungkan smartphone kita dengan smart TV yang mempunyai NFC, misalnya smart TV Samsung, Sony atau LG.

Perangkat yang memiliki NFC bisa ditemui dari Android, BlackBerry dan Windows Phone. Sayangnya Apple tidak masuk jajaran pengusung NFC dalam perangkatnya. Mulai dari perangkat mid-end seperti Samsung Galaxy Ace hingga BlackBerry Z10, telah memiliki NFC.

Di masa yang akan datang, semua perangkat smartphone akan memiliki kemampuan NFC. Dengan NFC diharapkan kita bisa menggantikan kartu transportasi publik (Busway) dan tetap bisa berbelanja meskipun ketinggalan dompet seperti yang dilakukan di Eropa. Dengan smartphone yang memiliki NFC kita dapat membeli tiket bioskop dengan lebih efisien, seperti yang dilakukan di India atau sekedar bermain kartu dengan teman terdekat. Dunia akan berada dalam genggaman kita secara harfiah.


Kesimpulan

Pembaca tentu sudah mengerti apa itu NFC sekarang, mulai dari definisi, aplikasi, hingga tingkat keamanan yang ditawarkan. Keamanan dan kemudahan adalah aspek kehidupan yang selalu dicari oleh manusia. Dengan NFC, tentu hal tersebut sudah bukan sebuah mimpi belaka. Namun, perlu diketahui bahwa pergeseran sistem tentu bukanlah suatu hal yang bisa dilakukan dalam satu malam. Masih perlu sosialisasi dan meluasnya penggunaan NFC di berbagai aspek sebelum benar-benar bisa menggantikan posisi dompet, kartu kredit dan debit, tiket, dan kunci mobil yang berdesakan dalam tas pembaca. Kita hanya bisa menunggu saja kapan NFC akan mulai diaplikasikan dan dapat digunakan. [NAN]

sumber : kaskus

Jumat, 06 Maret 2020

Analisis Sistem Perangkat Lunak dan Analisis kebutuhan perangkat lunak

Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi komponen-komponennya dengan tujuan mempelajari seberapa bagus komponen-komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan mereka.

Analisis mungkin adalah bagian terpenting dari proses rekayasa perangkat lunak. Karena semua proses lanjutan akan sangat bergantung pada baik tidaknya hasil analisis. Ada satu bagian penting yang biasanya dilakukan dalam tahapan analisis yaitu pemodelan proses bisnis. 

Model proses adalah model yang memfokuskan pada seluruh proses di dalam sistem yang mentransformasikan data menjadi informasi (Harris, 2003). Model proses juga menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses. Biasanya model ini digambarkan dalam bentuk Diagram Arus Data (Data Flow Diagram / DFD). DFD meyajikan gambaran apa yang manusia, proses dan prosedur lakukan untuk mentransformasi data menjadi informasi.

External Entity melambangkan sumber data (dari mana data berasal) atau penerima informasi (tujuan akhir dari data). Contoh external entity antara lain konsumen yang memesan suatu produk, manajer yang mengevaluasi laporan penjualan mingguan, dan lain-lain.

Proses adalah serangkaian langkah yang dilakukan untuk memanipulasi data, misalnya pengumpulan, pengurutan, pemilihan, pelaporan, peringkasan, analisis dan lain-lain.

Data store adalah tempat untuk menyimpan data untuk digunakan kemudian. Nama yang pada data store ini merupakan abstraksi dari data yang disimpan. Namun detil / item data apa saja yang ada, bagaimana cara akses, atau bagaimana mengorganisasinya tidak dijelaskan dalam notasi ini.

Data flow menunjukkan aliran data dari satu tempat ke tempat lain. Perpindahan data ini dapat dari external entity ke proses, antar proses satu dengan yang lain, dari proses ke data store. Dalam penggambarannya setiap data flow harus diberi label yang menunjukkan data apa yang mengalir.

Context diagram adalah DFD ruang lingkup dari sistem yang menunjukkan batas-batas sistem, external entitiy yang berinteraksi dengan sistem dan aliran data utama antara external entity dengan sistem. Context diagram menggambarkan keseluruhan sistem dalam suatu proses tunggal. Pada proses ini diberi notasi angka 0 untuk menunjukkan ini adalah level paling abstrak dari sistem. 

Selain itu ada tiga external entity yaitu customer, kitchen dan restaurant  manager. Ketiganya dapat berperan sebagai sumber data (dalam contoh di atas adalah customer) atau sebagai penerima informasi (dalam contoh di atas customer, kitchen, dan restaurant manager).

Data flow yang tampak pada gambar menunjukkan ada satu data flow yang masuk ke sistem dan ada tiga data flow yang keluar dari sistem. Masing-masing data flow diberi label yang menunjukkan data apa yang sedang mengalir.

Setelah context diagram terbentuk dengan benar maka langkah selanjutnya adalah merinci context diagram tersebut dalam DFD Level 0. DFD Level 0 adalah DFD yang merepresentasikan proses-proses, data flow dan data storage utama di dalam sistem. DFD Level 0 ini akan digunakan sebagai dasar untuk membangun DFD yang level dibawahnya (Level 1, 2, 3, .. dst) atau biasa disebut sebagai dekomposisi DFD.

Masing-masing proses diberi nomor kode 1.0, 2.0, 3.0 dan 4.0. Jumlah external entity harus tetap yaitu 3 demikian puladata flow yang keluar dan masuk (input dan output) ke dalam sistem harus sama dengan pada context diagram. Sedangkan data flow yang berada di dalam sistem (yang mengalir antar proses dan atau data storage) tergantung pada proses dan data storage yang terlibat.

Ada dua data storage yaitu Goods Sold File dan Inventory File. Kedua data storage ini digunakan untuk menyimpan data dari suatu proses. Data ini juga akan dibaca / diakses oleh proses yang lain. Sebagai contoh data storage Inventory File berisi data hasil proses 3.0(Update Inventory File). Data ini akan digunakan proses 4.0 (Produce Management Reports) untuk membuat laporan yang akan disampaikan pada Restaurant Manager. 

DFD level berikutnya yaitu level 1, 2 dan seterusnya diperlukan apabila level sebelumnya dirasa kurang detil. Sebagai contoh apabila DFD level 0 (Gambar 14.12) dirasa belum cukup detil menunjukkan arus data yang mengalir, maka dapat dibuat detilnya pada DFD level 1. 

Bagian yang harus didetilkan biasanya adalah proses. Detil pada level berikutnya, mungkin pada semua proses atau hanya pada proses-proses tertentu saja. DFD pada level 0 maupun level di bawahnya memiliki kesamaan aturan yang tersaji.

Analisis kebutuhan perangkat lunak Analisis kebutuhan perangkat lunak (software requirements analysis) merupakan aktivitas awal dari siklus hidup pengembangan perangkat lunak. Untuk proyek-proyek perangkat lunak yang besar, analisis kebutuhan dilaksanakan setelah aktivitas sistem information engineering dan software project planning.

KEGUNAAN ANALISIS
Kegunaan analisis adalah untuk memodelkan permasalahan dunia nyata agar dapat dimengerti. Permasalahan dunia nyata harus dimengerti dan dipelajari supaya spesifikasi kebutuhan perangkat lunak dapat diungkapkan. Tujuan aktivitas ini adalah untuk mengetahui ruang lingkup produk (product space) dan pemakai yang akan menggunakannya. Analisis yang baik akan mengungkapkan hal-hal yang penting dari permasalahan, dan mengabaikan yang tidak penting.

Contoh analisis kebutuhan PERANGKAT LUNAK PERPUSTAKAAN 
ANALISIS KEBUTUHAN 
Kebutuhan Antar Muka Kebutuhan-kebutuhan untuk pengembangan perangkat lunak ini sebagai berikut: 
1. Perangkat harus mampu membaca data kunci pada saat proses pencarian, proses pemasukan data, perubahan data penghapusan data. 
2. Perangkat lunak yang akan dibangun harus mempunyai tampilan-tampilan yang familiar bagi pemakai. 
3. Perangkat lunak harus mampu menyimpan data yang dimasukan oleh operator ke dalam storage. 4. Ada proses dalam perangkat lunak yang mampu membaharui semua data yang disimpan dalam storage.

Kebutuhan Data Data yang diolah oleh perangkat lunak ini adalah: 
1. Data transaksi perpustakaan oleh semua fungsi oleh perangkat lunak yaitu tabel buku, tabel peminjam, tabel pengunjung dan tabel data pinjam. 
2. Data pinjam merupakan informasi yang akan memproses peminjaman buku, dari tabel peminjam dan tabel buku.

Kebutuhan fungsional Penjelasan proses fungsi adalah suatu bagian yang menyesiakan informasi berupa penjelasan secara terinci setiap fungsi yang digunakan untuk menyeselesaikan masalah. Fungsi-fungsi yang dimiliki oleh perangkat lunak ini adalah:
1. Mengelola otoritas passode, yaitu data passcode yang dimasukan oleh operator dengan benar, dan selanjutnya memilih menu. Untuk malakukan aktifitas pekerjaan 
2. Mengelola peminjam, peminjaman buku oleh peminjam. 
3. Mengelola buku yang masuk ke perpustakaan, pemasukan buku dilakukan jika terjadi jika kondisi dan stok buku mulai tidak layak dan menipis, atau adanya sumbangan dari pihak kampus atau pengelola dan atau adanya buku baru yang sangat dibutuhkan sebagai referensi mahasiswa atau pengunjung. 
4. Mengelola pengunjung yang akan menjadi peminjam.