Halaman

Senin, 12 September 2011

Belajar Tenses : Simple Past Tense


Simple past Tense digunakan untuk mengungkapkan kejadian yang telah terjadi pada waktu tertentu di masa lalu. kejadian bisa pendek atau panjang. Berarti juga bisa menjadi beberapa kejadian terjadi satu demi persatu. Secara umum, Ada dua fakta penting yang perlu diingat dalam tenses bahasa inggris ini :
- kata kerja tak beraturan (Irregular Verbs)
- kalimat negatif dan pertanyaan tidak seperti kalimat positif tetapi mempertahankan bentuk dasar kata kerja
Penggunaan
1. Peristiwa di masa lalu yang telah selesai (misalnya : I went to school)
2. Situasi di masa lalu (they lived a normal life until they won a lottery)
3. Serangkaian tindakan di masa lalu
Rumus
Positif (+)
- Subject + to be (was/were) + complement
- Subject + verb 2 + object
Negatif (-)
- Subject + to be (was/were) + not + complement
- Subject + did not + verb 1 + object
Tanya (?)
- Did + subject + verb 1 + object ?
Contoh Simple Past tense:
He was a businessman in 1999 (+)
- dia adalah seorang pebisnis pada tahun 1999
I sell these motorcycles in Surabaya(+)
- saya menjual sepeda motor ini di Surabaya
She did not visit me yesterday (-)
- dia tidak mengunjungiku kemarin
My parents were not home this afternoon(-)
- orang tua ku tidak ada di rumah siang ini
Did you play football yesterday ? (?)
- Apakah kamu bermain sepakbola kemarin ?
Keterangan waktu (adverb of time) yang umum digunakan dalam simple past tense :
Yesterday (kemarin, the other day (lain hari), just now (sekarang), the day before yesterday (sehari sebelum kemarin), etc
Berikut latihan simple past tense bahasa inggris. Jika mengalami kesulitan dalam arti kata gunakan kamus bahasa inggris online :
Latihan : Terjemahkan kalimat ini kedalam bahasa inggris !
1.Kami menjual sepeda motor kami kemarin
2.Apakah kamu pergi ke luar tadi malam ?
3.Dia tidak datang ke pesta itu minggu lalu
4.Apakah kamu tidur nyenyak tadi malam ?
5.Kami menjual rumah kami di Surabaya tahun lalu.
6.Manajer pemasaran tersebut melakukan penelitian minggu lalu.
7.Apakah perusahaan anda menjual kursi tahun lalu ? Ya.
8.Kapan anda menjalankan usaha anda di Surabaya ? tahun lalu
9.Siapa yang membuat kue itu kemarin ? ibu saya.
10.Apa yang jatuh di jalan kemarin ? Tas saya.

sumber : Klik disini

Mengenal Perbedaan USB 2.0 dengan USB 3.0


Hampir setiap orang tentu mengenal dan menggunakan Universal Serial Bus atau lebih dikenal dengan sebutan USB. Definisi USB sendiri adalah cara komunikasi antara peralatan dengan Host Controller(biasanya PC).
Mengenal Perbedaan USB 2.0 dengan USB 3.0 Image
USB ini sering dijumpai pada printerkomputer, scanner, handphone, mouse, kamera digital, flash drive, dsb. Sebelum ada USB, lebih dulu dikenal port serial dan parallel. Namun untuk saat ini, port USB telah menjadi port komunikasi yang standar.


USB 2.0
Teknologi USB 2.0 dikenalkan pada sekitar April 2000. Untuk kecepatan transfer(transfer rate), USB 2.0 bisa mencapai maksimal 480 Mbit/detik. Namun pada prakteknya, jarang sekali kecepatan USB 2.0 bisa sampai di atas 300 Mbit/detik. Selain itu, USB 2.0 memerlukan suplai maksimal daya sebesar 500mA. Sedangkan untuk pin steker pada USB 2.0 berjumlah 4 buah.
Mengenal Perbedaan USB 2.0 dengan USB 3.0 ImageTipe-tipe port USB




USB 3.0
Mengenal Perbedaan USB 2.0 dengan USB 3.0 ImageBerbeda dengan USB 2.0, teknologi USB 3.0 diperkenalkan sejak tahun 2007. Keunggulan yang diusung oleh USB 3.0 bila dibandingkan USB 2.0 adalah kecepatan transfer datanya(transfer rate) yang mampu mencapai 5 Gbit/detik. Wow, hampir 10x lipat USB 2.0 kan? Perbedaan lain adalah permasalahan panjang kabel data. Jika pada USB 2.0, Anda disarankan manambah panjang kabel dengan maksimal 3 M untuk menjaga kecepatan transfer data tetap akurat. Di USB 3.0, panjang kabel bukan lagi faktor yang mempengaruhi kecepatan transfer data. Selain itu, USB 2.0 memerlukan suplai maksimal daya sebesar 900 mA.



Kelebihan lain USB 3.0 dibandingan dengan USB 2.0 adalah sifatnya yang full duplex, artinya bahwa USB host dapat melakukan send and receive data secara terus menerus. Sedangkan untuk pin steker, USB 3.0 memiliki pin berjumlah 5 buah.


Kelemahan USB 3.0
Salah satu kekurangan USB 3.0 adalah belum ada dukungan dari sistem operasi. Sementara ini, Anda harus meng­install driver tambahan dari vendor tersebut agar bisa mendukung teknologi USB 3.0. Selain itu, baru sedikit perangkat keras (hardware) yang sudah mensupport USB 3.0. Oleh karena itu, hanya sedikit diantara banyak orang yang telah mencicipi teknologi USB 3.0 ini.
Dari paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang cukup mencolok antara USB 2.0 dengan USB 3.0 adalah tingkat kecepatan pengiriman data, yakni 400 Mbit/detik untuk USB 2.0 dan 5 Gbit/detik untuk USB 3.0.

sumber : Klik disini

Mengenal OS (Sistem Operasi) Android 3.x Honeycomb


Kata Android di dalam dunia ponsel mungkin bagi kamu sudah sering mendengar atau sangat familiar, dan sebagian dari kamu juga mengerti kalau Android itu adalah berupa Sistem Operasi untuk ponsel-ponsel pintar (bisa kita lihat beberapa produk dari HTC, Samsung, LG hingga Sony Ericsson mengeluarkan ponsel pintar dengan mengusung sistem operasi Android tersebut). Seperti kita ketahui sejak debutnya pada Android Versi 2.0 dan 2.1 yang disebut Eclair, kemudian berkembang dengan Android Versi 2.2 dengan sebutan Froyo dan yang terbaru saat Android Versi 2.3 yang disebut dengan Gingerbread.
Lalu apa pula dengan Android Honeycomb? berikut kami jelaskan bahwa Android Honeycomb itu adalah Android dengan versi 3. Dimana Android Versi 3 yang disebut Honeycomb ini adalah sistem operasi yang dirancang untuk kebutuhan Tablet PC. Walaupun kita banyak jumpai Tablet PC dapat menggunakan Android seperti Eclair maupun Froyo, sudah tentu hasilnya kurang maksimal (hal yang paling mendasar adalah dalam hal size tampilan layar, dimana layar Tablet PC jauh lebih besar dibanding dengan ponsel-ponsel pintar maka Android perlu menyiapkan sistem operasi khusus untuk menyingkapinya).
Fitur-fitur apa saja yang disediakan oleh Android Veri 3 (Honeycomb)? apakah berbeda dengan Android Versi Eclair, Froyo maupun Gingerbread? berikut ini adalah fitur-fitur yang dimiliki oleh sistem operasi Android Versi 3 (Honeycomb):
  • User Interface (UI) yang totali baru
  • Penanganan multitasking (menjalankan banyak aplikasi) yang lebih baik
  • Banyak menampilkan tab notifikasi (sudah tidak ada popups lagi)
  • Sistem bar di bagian bawah layar untuk sistem, manampilkan status dan mengakomodasi tombol navigasi
  • Memiliki 5 halaman homescreens yang dapat dihiasi dengan widgets serta dengan penampilan 3D
  • Bar untuk pengendalian aplikasi untuk semua aplikasi
  • Disain keyboard virtual yang baru dan lebih besar
  • Dapat melakukan seleksi text untuk copy dan paste, begitu serupa seperti di komputer pada umumnya
  • Dapat langsung bisa sync file media melalui kabel USB
  • Sangat memungkinkan mengkoneksikan perangkat keyboard dengan USB atau Bluetooth
  • Peningkatan jangkauan konektivitas Wi-Fi
  • Dukungan baru untuk Bluetooth Tethering, agar dapat banyak device terkoneksi
  • Peningkatan  web browser untuk layar besar, dengan beberapa fitur seperti membuka tab baru, mode penyamaran untuk browsing anonim, mengelola bookmarks dan history, dukungan multi-touch untuk Java Script, lebih dipermudah untuk melakukam zoom in/out dan scrolling serta mode posisi tetap
  • Aplikasi kamera didesain ulang untuk layar yang lebih besar
  • Di disain ulang untuk aplikasi-aplikasi berjenis layar besar
Kemudian saat ini telah muncul Android Honeycom Versi 3.1 dengan melakukan penyempurnaan sbb:
  • User Interface (UI)
    • Animasi Launcher dioptimalkan untuk transisi lebih cepat, dan halus
    • Penyesuaian warna, posisi dan teks
    • Audible umpan balik untuk meningkatkan aksesibilitas
    • Kostum interval touch-hold
    • Navigasi dari lima layar homescreens dibuat mudah. Menyentuh tombol home di bar sistem akan mengembalikan Anda ke layar awal yang paling sering digunakan
  • Dukungan untuk variasi perangkat input seperti keyboard, mouse, joystick, trackball dan aksesoris seperti kamera digital dan card readers
  • Kostum untuk Homescreens
    • Widget dapat diperluas baik secara vertikal dan horizontal
    • Widget untuk aplikasi Email memberikan akses yang cepat
  • Kinerja Wi-Fi diperbaiki, sehingga koneksi tidak mudah putus, walaupun kondisi perangkat sedang screen-off sekalipun
  • Peningkatan aplikasi web Browser
    • Kontrol cepat dan di desain ulang, pengguna dapat melihat thumbnail tab-tab yang terbuka, untuk dapat menutup tab yang aktif
    • Mendukung CSS 3D, animasi
    • Mendukung pemutaran konten video HTML5
    • Simpan halaman web lokal untuk melihat secara offline
  • Galeri aplikasi mendukung Picture Transfer Protocol (PTP)
  • Aplikasi email ditingkatkan
  • Memungkinkan penyimpanan data dengan enkripsi
Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan Android versi sebelumnya, untuk dapat dengan lancar mengoperasikan sistem operasi Android Honeycomb Versi 3.x ini butuh waktu setengah atau satu hari untuk membiasakannya, setelah itu kamu dapat menjadi familiar. Jadi bila kamu ingin membeli sebuat Tablet PC Android, pilihkan yang mengusung Android Honeycomb agar semua hal dapat dilakukan dengan maksimal. Sewaktu artikel ini dibuat Tablet PC yang sudah mengusung Android Honeycomb adalah Morotola XoomAcer Iconia dan Samsung Galaxy Tab 10.1.

sumber : Klik disini

Membandingkan Playbook dan Ipad

PLAYBOOK


PlayBook yang diklaim sebagai tablet profesional pertama telah diungkap oleh pembuat BlackBerry. Inilah yang harus diketahui soal tablet yang akan muncul pada 2011.

Pertama, PlayBook ini tidak akan terlalu bergantung pada aplikasi pihak ketiga karena menyajikan pengalaman web secara penuh. Tablet ini mampu menampilkan Flash, format video dan materi interaktif dari Adobe System.
“Anda tidak perlu mengunduh (download) aplikasi YouTube karena Anda bisa mendapatkan YouTube di web,” kata CEO RIM lain, Jim Balsillie.
Kedua, saat iPad memiliki kekurangan tidak punya kamera sama sekali, PlayBook unggul dengan dua kamera, sisi belakang dan kamera muka.
Selanjutnya, komputer tablet ini memiliki WiFi dan Bluetooth meskipun butuh link untuk berhubungan dengan smartphone BlackBerry saat mengakses jaringan seluler.
PlayBook juga bisa multitasking. Dengan prosesor 1GHz dual-core, perangkat ini mampu melaksanakan beberapa fungsi dalam satu waktu. Meskipun kunci pendukungnya adalah RAM yang memungkinkan PlayBook berjalan dengan kecepatan penuh.
Kemudian, tablet ini dapat menggunakan sistem nirkabel sehingga menjadi ‘layar pengganti’ bagi BlackBerry Anda. PlayBook dan BlackBerry kemungkinan besar dapat berinteraksi satu sama lain sehingga tidak perlu khawatir soal isu sinkronisasi.
Tidak hanya itu, Anda tidak perlu khawatir dengan data yang tertinggal jika koneksi terputus.
Berdasarkan keterangan Mashable, Anda tidak perlu khawatir menanti terlalu lama karena perangkat ini muncul di awal 2011 di kawasan Amerika Utara. Tidak hanya itu, PlayBook muncul di seluruh dunia pada kuartal kedua.
Komputer tablet ini menggunakan layar sebesar 7 inci. Sebagai perbandingan, layar iPad berukuran 9,7 inci dan Streak milik Dell berukuran 5 inci.
PlayBook memiliki berat 400 gram berbanding dengan iPad seberat 680 gram atau Streak seberat 220 gram. Galaxy Tab sendiri diperkirakan seberat 370 gram. Ini juga menggunakan Adobe Flash 10.1.
Yang terakhir, RIM belum mengeluarkan pernyataan soal harga namun diperkirakan lebih rendah dari harga tablet yang telah muncul di masyarakat. Sebagai perbandingan, iPad bernilai US$ 499 (Rp 4,5 juta), Galaxy Tab senilai US$950 (Rp8,6 juta) dan Streak seharga US$300 (Rp 2,7 juta). 

iPAD
iPad merupakan gadget teranyar yang dirilis oleh Apple yang berguna sebagai e-Book Reader. Selebihnya iPad juga bisa digunakan untuk mendengarkan musik, bermain gam, nonton film, dan juga mengakses berbagai situs internet, khususnya situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

Untuk lebih memperjelas fungsi iPad bagi teman-teman, maka berikut ini sedikit tulisan cuplikan yang didapatkan penulis dari situs detikinet, dimana dengan tulisan berikut mungkin akan memperjelas, sejelas-jelasnya tentang apa itu iPad.

Saat pertama sekali mengenalkan iPad, Steve Jobs menyebutkan gadget ini akan mengisi 'ruang kosong' antara iPhone dan MacBook.

Dari sisi ukuran dan kelengkapan perangkat, iPad memang cocok untuk mengisi ruang tersebut. Ia lebih besar daripada iPhone, namun tak cukup berbobot seperti MacBook (atau laptop lain).

Bagi pengguna Windows atau Linux, sebenarnya sudah ada sebuah gadget yang mengisi ruang tersebut. Gadget ini punya fungsi dasar sebagai 'pelahap konten online', namun juga bisa dipakai bekerja secara terbatas. Namanya adalah Netbook.

Tapi, Netbook tidak sama dengan iPad. Kedua benda itu memiliki terlalu banyak perbedaan untuk bisa dibandingkan secara langsung. Pada prakteknya, Netbook bahkan lebih identik sebagai 'alat kerja' sedangkan iPad sebagai 'alat hiburan'.

Bentuk

Ukuran iPad cukup besar untuk menikmati konten seperti komik digital, halaman web, maupun video. Namun ia tidak terlalu besar sehingga menyulitkan untuk mengoperasikannya dengan satu tangan.

Hanya saja, bobot iPad yang seharusnya 'ringan' itu menjadi cukup berat untuk penggunaan dengan satu tangan di jangka waktu agak lama. Punggungnya yang terbuat dari aluminium pun turut mendukung rasa was-was pengguna: takut iPad-nya terselip dan jatuh!

Performa

Sejauh ini detikINET praktis tidak mengalami gangguan saat menjalankan aplikasi apapun pada iPad. Semua aplikasi bisa berjalan dengan lancar, mulai dari aplikasi untuk iPhone yang dipaksa melar hingga aplikasi yang memang dirancang untuk iPad.

Apple agaknya mengambil keputusan yang tepat dengan membatasi kemampuan multi-tasking pada iPad. Dampaknya, memori pada iPad tidak cepat terbebani oleh berbagai aplikasi yang berjalan di latar belakang.

Kegunaan

iPad cocok digunakan bagi mereka yang gemar melahap konten. Meski belum sepenuhnya 'siap' untuk hadir di Indonesia, berbagai konten sudah bisa dinikmati lewat iPad. Ini termasuk video di YouTube, berbagai situs online dan juga media massa yang menghadirkan aplikasinya di iPad.

iPad juga cocok digunakan untuk mereka yang gemar bermain game. Pilihan game pada iPad semakin lama semakin banyak, sama seperti iPhone yang makin dilirik oleh para pengembang game dunia.

Bagi mereka yang sudah memiliki notebook dan sebuah iPhone, iPad akan menjadi perangkat tersier yang hanya digunakan pada saat tertentu. Bila akan bepergian, kemungkinan besar iPad yang akan 'dikorbankan' daripada tidak membawa iPhone (atau ponsel lain) dan notebook.

Jadi demikianlah. Bagi pengguna yang yakin bakal gemar melahap konten dan juga mengakses berbagai aplikasi serta game iPad, gadget ini sudah cukup berguna untuk dibeli sekarang (meski belum resmi masuk Indonesia). Namun bagi yang ingin sebuah alat dengan banyak fungsi, sebaiknya menunggu iPad generasi berikutnya.

iPad memang gadget yang cantik, dan punya cukup banyak kegunaan, namun belum bisa dikatakan sebagai sebuah kebutuhan bagi kebanyakan pengguna komputer di Indonesia. Tunggu satu atau dua tahun lagi, terutama jika harganya sudah makin terjangkau, bukan tak mungkin iPad akan selazim notebook atau ponsel.



SUMBER : klik disini , klik disini2