Halaman

Selasa, 17 Januari 2012

Cara Download Dengan Torrent

ada 2 cara download file dengan menggunakan torrent. Cara yang simpel dan cara yang sedikit rumit tapi lebih mudah, dan cepat. Seperti apakah 2 cara itu? Yuk simak artikel ini lebih lanjut...

CARA SIMPEL

Menggunakan Software Torrent Client, seperti Azureus, Bittorent, µTorrent, dsb. Konsepnya, kita menyerahkan file torrent kita pada sebuah software. Software itu kemudian men-download file asli yang kita inginkan (bukan file dengan format .torrent lagi). Cara ini tidak saya bahas disini, karena tidak cocok dengan judul artikel diatas. Bagi kita yang sedikit "sensitif" akan pemakaian internet, bisa jadi cara ini sangat merugikan. Mengapa? Karena: 
1) Proses download lambat sekali, 
2) Menghabiskan jatah waktu atau bandwith internet,
3) Menyedot kecepatan internet komputer lain pada koneksi internet yang digunakan bersama-sama, dsb. Hal ini disebabkan oleh proses download torrentyang dimana selain download, secara otomatis kita juga akan meng-upload file yang sedang kita download tadi. Karena perlu diingat bahwa cara kerja torrentadalah berbagi.


CARA MUDAH DAN CEPAT, CARA IMAGESHACK!

Yup, ini adalah cara yang mudah, cepat dan luar biasa dari Imageshack yang sering saya gunakan. Cara download torrent yang merupakan inti dari artikel ini. Berikut langkah-langkahnya:

2) Silahkan Sign Up jika belum memiliki Account. Masukkan alamat email yang benar dan Imageshackakan mengirim username danpassword account baru anda
3) Log In dan masukkan usernamedan password dari email yang anda terima.
(Klik untuk memperbesar gambar)



4) Klik ImageShack Drive atau Download Torrents. Akan ada 2 pilihan caradownload:
Torrent via File
Torrent via URL

Jika anda sudah memiliki file torrent yang akan di-download, pilih cara No.1. Jika tidak, copy-paste URL/Link file torrent yang anda dapat. Misalnya dariBTJunkie, Forum, dsb. Dibawahnya ada lagi 2 pilihan:
Edit Selection - Edit terlebih dulu file torrent yang akan di-download
Begin Torrent - Segera download file torrent

 
5) Disini saya memilih edit selection, karena tidak semua file ingin sayadownload. Contoh pada gambar disamping, Saya memilih beberapa komik dari 14 komik Spiderman edisi "Maximum Carnage". Begitulah fungsiedit selection ini (Klik untuk memperbesar gambar)





6) Akan muncul tulisan active seperti pada gambar disamping. Apabila tidak muncul, klik start (Klik untuk memperbesar gambar)


7) Imageshack.us akan men-downloadkan untuk kita. Kita tidak perlu terus menerus didepan komputer menunggu file selesai di-download sampai 100%, karena disinilah KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN DOWNLOAD TORRENT IMAGESHACK. Silahkan Log Out, putuskan koneksi internet, kemudian ngopi atau tidur, terserah deh pokoknya

8) Jika menggunakan Imageshack, kita hanya perlu sesekali Log In dan cek, apakah file sudah di-download sampai 100% atau belum. Jika sudah, silahkandownload dengan download manager/accelerator kesayangan dan rasakan kecepatan download secepat download file dari sebuah direct link (Tes Speedy Time Based dirumah saya: max. 60-65KB/s). Coba bandingkan jika kita harusdownload langsung file torrent memakai software torrent client. Mau menghabiskan berapa duit tuh? ^^

9) Happy Downloading!!

Karena ini layanan gratis a.k.a gratisan, kita sedikit dibatasi dalam downloadtorrent. Dalam 1 bulan, kita hanya bisa menggunakan bandwith sebanyak 10GB(tenang, di reset ke nol tiap bulan kok) dan hanya diberi kapasitas menampung file torrent maksimal sebesar 5GB. Sepertinya lebih dari cukup tuh... Kalau belum? buat account lagi donk, gitu aja kok repot?! ^^. Lihat gambar ilustrasi dibawah:


sumber :Klik disini

Pengertian Torrent

Pengertian Torrent Adalah Jaringan File Sharing Labels yang merupakan salah satu teknologi sharing file yang disebut dengan P2P (baca : Peer to Peer), dimana user-user terkoneksi untuk mengirim dan menerima sebagian file, dengan tracker sebagai pengkoordinasinya. Tracker sama sekali tidak mempunyai file yang dicari, tidak mempunyai data tentang isi file, karena itu walaupun dengan bandwidth tracker terbatas pun, koordinasi dapat tetap jalan. Filosofi dasarnya adalah user harus juga meng-upload data ketika mereka mendownload. Dengan demikian, kita dalam saat yang sama bertindak sebagai server data.

Torrent sendiri adalah file yang kecil, yang hanya sekitar beberapa kilobyte saja dengan ekstensi *.torrent. File ini berisi informasi yang dibutuhkan untuk mendownload file tertentu. Informasi yang terkandung dalam file torrent meliputi nama file, ukurannya, tempat downloadnya dan sebagainya. 

Perlu diingat bahwa cara kerja torrent adalah berbagi. Jadi kita perlu tetap membuka koneksi agar orang lain juga dapat mendownload file yang baru saja kita download melalui komputer kita. Lama koneksi ini bisa kita set, misalnya 1 jam setelah itu koneksi akan terputus secara otomatis. Berikut ini beberapa istilah dalam torrent : 
1. Seed adalah pengguna, yang telah selesai mendownload file dari torrent dan melakukan sharing. 
2. Peer adalah semua orang yang sedang mendownload file, setelah download selesai, ia menjadi seed (seeder). 
3. Leech adalah sama dengan peer, sering digunakan untuk menamai peer dengan UD (Upload/Download) ratio yang rendah. Sedangkan istilah Leecher ditujukan kepada mereka yang telah selesai mendownload sebuah file dan begitu selesai mendownload file tersebut mereka langsung disconnect atau menghentikan proses sharing file tersebut.
4. UD ratio adalah rasio download dan upload. Rasio upload dan download termasuk sedang, bila bernilai 1 (yang anda download sama dengan yang anda upload). 
5. Tracker adalah server, yang mengkoordinasikan proses download semua user. Server tersebut menyimpan data tentang berapa banyak seeder, leecher, peers dan info lainnya dari sebuah file torrent. Tracker mengidentifikasi lokasi network dari orang-orang yang mendownload, upload/sharing sebuah file. 
6. Swarm adalah simpulan dari semua seed dan peers (dengan demikian tracker mempunyai swarm untuk semua komputer yang pernah mendownload file torrent darinya). File torrent dapat di download di website yang menyediakan file torrent. Daftar lengkap website yg menyediakan file torrent dapat dilihat di halaman INI. Kecepatan download sangat tergantung dengan jumlah Seed dan Peerr/Leech. Untuk mendownload file torrent gunakan client torrent seperti uTorrent download DISINI atau BitTorrent download DISINI Ok cukup bahasa formalnya. 

Ada beberapa Tips  untuk memlih file torrent dari Tracker Torrent (website yg menyediakan file torrent), sehingga kecepatan file yg kita download lebih stabil/cepat, yaitu: 
1. Saat memilih file torrent liat perbandingan seed dan leech-nya. Kalo seed lebih banyak daripada leech biasanya download bakal cepet, kalo sebaliknya download bisa lambat. contoh: seed = 10.000; leech = 50.000 => kemungkinan besar lambat rasio(1/5) seed = 50; leech = 5 => kemungkinan besar cepat rasio (10/1) 
2. Perhatikan juga kualitas file torrent yg kita download dari Tracker torrent. Diindikasikan dari banyaknya orang yg telah mendownload file tersebut dan komentar positif terhadap file tersebut. 
3. Install patch EvID4226Patch223d-en buat windows 
4. Setting BitTorrent/uTorrent di Option– Preferences — Advanced — cari net.max_halfopen setting antara 50 -“ 100 (saya pakai 80) default value 8. 
5. Setting BitTorrent/uTorrent di Option — Preferences — Bandwidth — masukkan nilai untuk Global maximum number of connections (ini tuh total peer yg tersambung ke kamu) etc:200 makin besar makin baik; Maximum number of connected peer per torrent (ini jumlah peer yg tersambung ke kamu untuk tiap file yg kamu donwload/share) etc:60 makin besar makin baik; Number of upload slot per torrent (ini jumlah peer yg bisa mendownload dari kamu secara bersamaan) etc:2 makin kecil makin baik. 

Jaringan file torrent merupakan alternatif tempat sharing file, yg menurut saya lebih aman dari virus/trojan dengan catatan kamu harus berhati-hati dan teliti dalam memilih file torrent (liat tips no 2 di atas ) dari pada mendownload dari Rapidhare, Megaupload, Ziddu dan sejenisnya. Pada file torrent biasanya kita tahu file tersebut bervirus atau terinfeksi virus sebelum kita medownloadnya (liat dari komentar2 orang lain yg pernah mendownloadnya dan berapa kali banyaknya file tersebut di download— walaupun bukan jaminan tapi bisa jadi bahan pertimbangan sebelum mendownload file torrent yg bersangkutan), sedangkan pada Rapidhare, Megaupload, Ziddu dan sejenisnya kita baru tahu file tersebut bervirus atao terinfeksi virus setelah kita selesai mendownload (akan terasa menjengkelkan apabila file tersebut berukuran ratusan mega namun ternyata terinfeksi virus). Tentu saja itu semua menurut pertimbangan dan pengalaman saya jadi pilihan ada ditangan kamu untuk menggunakan torrent atau tidak. 

Sumber: Klik Disini

Pengertian Router


Router

Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Router menghubungkan network-network tersebut pada network layer dari model OSI, sehingga secara teknis Router adalah Layer 3 Gateway.

Router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router), atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router.

sumber :Klik disini

Mengenal Access Point dan Router


Access point dan router untuk saat ini menjadi gabungan sebuah alat,ke dua alat ini di desain menjadi satu produk bernama access point router,fungsinya menggantikan switch dalam jaringan wireline LAN,yg mampu meneruskan lalu lintas data antar perangkat tanpa menggunakan kabel.


ACCESS POINT

-access point bekerja dengan mengkonversi sinyal frekuensi radio menjadi sinyal digital dan sebaliknya.
-access point mengeluarkan/menyebarkan sinyal SSID (service set indetification) yg merupakan nama sinyal radio yg di berikan pada jaringan wireless,semua komputer yg ingin terhubung harus di isikan SSID yg di keluarkan oleh access point.     
 ROUTER WIRELESS

-perangkat yg menghubungkan beberapa jaringan atau antar dua jaringan yg berbeda agar dapat saling bertemu
di satu titik,dalam menentukan jalur terbaik bagi lalu lintas jaringan,router dapat berupa hardware atau software.-router bekerja sebagai gateway,yaitu pintu gerbang jaringan dalam mengenal alamat IP yg keluar masuk melakukan (pertukaran)data dan memfilter atau mengamankan aliran data yg tidak di perlukan.



Sumber : Klik disini

Jumat, 13 Januari 2012

Pengertian RFID (Radio Frequency Identification)


Pengertian RFID
RFID atau Radio Frequency Identification, adalah suatu metode yang mana bisa digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti yang bernama RFID tag atau transponder. Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker adesif, dan dapat ditempelkan pada suatu barang atau produk. RFID tag berisi antena yang memungkinkan mereka untuk menerima dan merespon terhadap suatu query yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver.
Sejarah RFID tag
Beberapa orang berpikir bahwa device pertama ditemukan oleh Leon Theremin sebagai suatu tool spionase untuk pemerintahan Rusia sekitar tahun 1945. Hal ini tidak benar sepenuhnya karena alamat Theremin ini sebenarnya suatu alat pendengar yang pasif dan bukan merupakan suatu identification tag. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920 an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID, yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman.
Beberapa tipe dari RFID tag
RFID tag dapat bersifat aktif atau pasif. RFID tag yang pasif tidak memiliki power supply sendiri. Dengan hanya berbekal induksi listrik yang ada pada antena yang disebabkan oleh adanya frekuensi radio scanning yang masuk, sudah cukup untuk memberi kekuatan yang cukup bagi RFID tag untuk mengirimkan respon balik. Sehubungan dengan power dan biaya, maka respon dari suatu RFID yang pasif biasanya sederhanya, hanya nomor ID saja. Dengan tidak adanya power supply pada RFID tag yang pasif maka akan menyebabkan semakin kecilnya ukuran dari RFID tag yang mungkin dibuat. Beberapa RFID komersial yang saat ini sudah beredar di pasaran ada yang bisa diletakkan di bawah kulit. Pada tahun 2005 tercatat bahwa RFID tag terkecil berukuran 0.4 mm x 0.4 mm dan lebih tipis daripada selembar kertas. Dengan ukuran sekian maka secara praktis benda tersebut tidak akan terlihat oleh mata. RFID tag yang pasif ini memiliki jarak jangkauan yang berbeda mulai dari 10 mm sampai dengan 6 meter.
RFID tag yang aktif, di sisi lain harus memiliki power supply sendiri dan memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh. Memori yang dimilikinya juga lebih besar sehingga bisa menampung berbagai macam informasi di dalamnya. Sampai tulisan ini dipublikasikan, ukuran terkecil dari RFID tag yang aktif ini ada yang sebesar koin. Jarak jangkauan dari RFID tag yang aktif ini bisa sampai sekitar 10 meter dan dengan umur baterai yang bisa mencapai beberapa tahun lamanya.
RFID tag yang pasif harganya bisa lebih murah untuk diproduksi dan tidak bergantung pada baterai. RFID tag yang banyak beredar sekarang adalah RFID tag yang sifatnya pasif. Pada tahun 2004, harga dari RFID tag yang pasif sekitar USD$ 0.40. Nantinya harga dari RFID tag ini akan ditekan sampai dengan USD$ 0.05 agar RFID tag ini bisa tersedia secara luas dan bisa dipergunakan dimana saja. Sayangnya para pembuat chip masih belum mampu dan demand terhadap device ini masih rendah sehingga harganya juga belum bisa turun. Menurut analisa dari perusahaan riset independen seperti Gartner dan Forrester Research sepakat bahwa harga USD$ 0.10 dari device ini hanya akan bisa dicapai dalam waktu 6-8 tahun. Meskipun demikian, dengan menggunakan teknologi manufaktur baru, mampu untuk menurunkan harga dari RFID tag ini.
Ada empat macam RFID tag yang sering digunakan bila dikategorikan berdasarkan frekuensi radio, yaitu:
· low frequency tag (antara 125 ke 134 kHz)
· high frequency tag (13.56 MHz)
· UHF tag (868 sampai 956 MHz)
· Microwave tag (2.45 GHz)
UHF tag tidak bisa digunakan secara global, karena tidak ada peraturan global yang mengatur penggunaannya.
Sistem RFID
Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tag programming station, circulation reader, sorting equipment dan tongkat inventory tag. Keamanan dapat dicapai dengan dua cara. Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader station.
Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya. Penggunaan RFID untuk maksud tracking pertama kali digunakan sekitar tahun 1980 an. RFID dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya dalam men-tracking atau melacak object yang bergerak. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka teknologi RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.
Dalam suatu sistem RFID sederhana, suatu object dilengkapi dengan tag yang kecil dan murah. Tag tersebut berisi transponder dengan suatu chip memori digital yang di dalamnya berisi sebuah kode produk yang sifatnya unik. Sebaliknya, interrogator, suatu antena yang berisi transceiver dan decoder, memancarkan sinyal yang bisa mengaktifkan RFID tag sehingga dia dapat membaca dan menulis data ke dalamnya. Ketika suatu RFID tag melewati suatu zone elektromagnetis, maka dia akan mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan oleh si reader. Reader akan men-decode data yang ada pada tag dan kemudian data tadi akan diproses oleh komputer.
Kita ambil contoh sekarang misalnya buku-buku yang ada pada perpustakaan. Pintu security bisa mendeteksi buku-buku yang sudah dipinjam atau belum. Ketika seorang user mengembalikan buku, security bit yang ada pada RFID tag buku tersebut akan di-reset dan recordnya di ILS secara otomatis akan di-update. Pada beberapa solusi yang berbasis RFID maka slip pengembaliannya bisa di-generate secara otomatis pula. RFID juga mempermudah orang untuk menyortir barang. Software gratis mengenai RFID beserta demo-nya bisa didownload dari
Penggunaan RFID saat ini
Low frequency RFID tag banyak digunakan untuk identifikasi pada binatang, beer keg tracking, keylock pada mobil dan juga sistem anti pencuri. Binatang peliharaan seringkali ditempeli dengan chip yang kecil sehingga mereka bisa dikembalikan kepada pemiliknya jika hilang. Di Amerika Serikat, frekuensi RFID yang digunakan ada dua yaitu 125 kHz (standar aslinya) dan 134.5 kHz (yang merupakan standar internasional).
High-frequency RFID tag sering digunakan pada perpustakaan atau toko buku, pallet tracking, akses kontrol pada gedung, pelacakan bagasi pada pesawat terbang dan apparel item tracking. Ini juga digunakan secara luas pada identifikasi lencana, mengganti keberadaan kartu magnetik sebelumnya. Lencana ini hanya perlu dipegang dalam suatu jarak tertentu dan reader-nya langsung dapat mengenali siapa pemegang lencana tersebut. Kartu kredit American Express Blue saat ini sudah mengandung RFID tag dengan high-frequency.
UHF RFID tag sering digunakan secara komersial pada pallet dan pelacakan container, pelacakan truk dan trailer pada pelabuhan kapal laut.
Microware RFID tag seringkali digunakan dalam akses kontrol jarak jauh kendaraan bermotor.
Beberapa gerbang tol, seperti FasTrak di California, sistem I-Pass di Illionis dan juga South Luzon Expressway E-Pass di Filipina sudah menggunakan RFID tag untuk electronic toll collection -nya. RFID tag tadi akan dibaca seketika ketika suatu kendaraan bermotor melewati gerbang tol dan informasi tadi akan digunakan untuk mendebet account toll-nya. Ini tentu saja akan mempercepat traffic yang ada pada gerbang tol yang sebelumnya sering macet. Contoh lain misalnya sensor seismik bisa dibaca dengan menggunakan RFID transceiver sehingga akan menyederhanakan proses pengambilan data.
Pada bulan Januari 2003, Michelin, produsen ban terkemuka mengumumkan bahwa mereka memulai testing terhadap RFID transponder yang ditanam ke dalam ban produk mereka. Setelah proses testing yang memakan waktu selama 18 bulan, maka mereka berjanji akan menawarkan ban yang dilengkapi dengan RFID kepada para produsen mobil. Tujuan mereka adalah membuat sistem pelacakan ban yang sesuai dengan undang-undang di Amerika Serikat, TREAD Act (Transportation, Recall, Enhancement, Accountability and Documentation Act).
Kartu yang dilengkapi dengan RFID juga sudah mulai digunakan secara umum sebagai suatu media electronic cash, seperti Octopus Card di Hong Kong dan lain sebagainya.
Mulai tahun model 2004, pilihan “SmartKey” sudah ada pada Toyota Prius dan juga beberapa model pada Lexus, dimana pada kunci mobilnya dilengkapi dengan RFID tag sehingga mobil bisa mengenali adanya kunci tersebut dalam jarak 3 feet dari sensornya. Pengendara mobil bisa membuka pintu mobil dan mulai menyalakan mobil ketika kunci mobil masih berada dalam tas atau saku.
Pada bulan Agustus 2004, Ohio Department of Rehabilitation and Correction (ODRH) menyetujui kontrak senilai USD$ 415,000 untuk mencoba teknologi pelacakan yang bekerjasama dengan Alanco Technologies. Ini akan digunakan oleh narapidana dimana mampu untuk mendeteksi narapidana yang berusaha untuk melepaskan alat ini dan akan mengirimkannya ke sistem komputer di penjaran tersebut. Proyek ini bukanlah yang pertama pada penjara di Amerika Serikat, karena penjara yang lain di Michigan, California dan Illionis juga sudah menerapkan teknologi yang sama.
Chip RFID yang bisa diimplant di binatang juga bisa diimplant di tubuh manusia. Perusahaan yang bernama Applied Digital Solutions mengajukan chip RFID yang bisa ditanam di bawah kulit sebagai solusi untuk mengidentifikasi adanya fraud, akses ke gedung, akses ke komputer, menyimpan catatan kesehatan seseorang dan juga untuk sistem anti penculikan. The Baja Beach Club di Barcelona Spanyol menggunakan Verichip yang diimplant untuk mengidentifikasi pelanggan VIP mereka.
Amal Graafstra, seorang pengusaha asal Amerika, sudah mengimplant dirinya dengan RFID chip, tepatnya di tangan kirinya, pada awal tahun 2005. Chip tersebut panjangnya 2 mm dan dengan diameter 2 mm. Chip itu memiliki jangkauan pembacaan sejauh dua inci (atau 50 mm). Prosedur implantasinya dilakukan oleh seorang dokter bedah kosmetik.
Potensi penggunaan RFID
RFID tag seringkali dianggap sebagai pengganti dari barcode UPC atau EAN. Ini disebabkan karena RFID memiliki berbagai macam keuntungan dibandingkan dengan penggunaan barcode. Mereka mungkin tidak akan seluruhnya mengganti teknologi barcode, dikarenakan karena faktor harga, tetapi dalam beberapa kasus nantinya penggunaan RFID akan sangat berguna. Kode unik yang tersimpan dalam RFID juga bisa panjang dibandingkan dengan kode UPC yang terbatas. Keunikan dari kode RFID maksudnya adalah bisa dilacak dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya sampai dengan ke tangan pelanggan. Ini bisa membantu perusahaan untuk melawan aksi pencurian dan bentuk-bentuk product loss yang lainnya. RFID juga sudah diajukan untuk penggunaan pada point-of-sale yang menggantikan kasir dengan suatu mesin otomatis tanpa harus melakukan barcode scanning. Ini tetapi harus dibarengi dengan turunnya harga RFID tag agar bisa dilakukan secara luas di masyarakat.
Gen 2
Suatu organisasi yang bernama EPCglobal sedang bekerja untuk suatu standar internasional mengenai penggunaan RFID dan EPC (Electronic Product Code) sebagai media identifikasi berbagai barang dalam berbagai industri di seluruh dunia. Anggota organisasi ini diantaranya adalah EAN International, Uniform Code Council, The Gillette Company, Procter & Gamble, Wal-Mart, Hewlett-Packard, Johnson & Johnson, Checkpoint Systems dan Auto-ID Labs. Beberapa sistem berbasis RFID menggunakan standar alterntif yang berdasar pada ISO-classification 18000-6.
Standar gen 2 dari EPCglobal telah disetujui pada Desember 2004 dan tampaknya akan menjadi tulang punggung bagi standarisasi RFID tag.
Penggunaan RFID lainnya seperti dalam bidang kesehatan untuk menyimpan catatan kesehatan dari manusia dan juga digunakan untuk kelancaran lalu lintas nantinya.
Regulasi dan standarisasi
Sampai saat ini belum ada lembaga atau badan dunia yang mengatur mengenai penggunaan frekuensi pada RFID. Pada dasarnya, setiap negara dapat membuat peraturan sendiri mengenai hal ini. Badan-badan utama yang tugasnya memberi alokasi frekuensi untuk RFID adalah sebagai berikut:
· USA: FCC (Federal Communications Commision)
· Canada: DOC (Department of Communication)
· Europe: ERO, CEPT dan ETSI
· Japan: MPHPT (Ministry of Public Management, Home Affairs, Post and Telecommunication)
· China: Ministry of Information Industry
· Australia: Australian Communication Authority
· New Zealand: Ministry of Economic Development
Frekuensi rendah (125 - 134 kHz dan 140 - 148.5 kHz) dan frekuensi tinggi (13.56 MHz) dari RFID tag dapat digunakan secara global tanpa lisensi. Frekuensi ultra tinggi (UHF 868 MHz - 928 MHz) tidak boleh digunakan secara global karena belum ada standar global yang mengaturnya. Di Amerika Utara, UHF dapat digunakan tanpa lisensi pada rentang 908 - 928 MHz, tetapi restriksinya ada pada transmission power-nya. Di Eropa, UHF sedang dipertimbangkan dalam rentang 865.6 - 867.6 MHz. Penggunaannya saat ini masih tanpa lisensi untuk rentang 869.40 - 869.65 MHz, tetapi restriksinya kembali pada transmission power-nya. Standar UHF di Amerika Utara tidak diterima di Perancis karena akan menimbulkan interferensi dengan frekuensi yang digunakan oleh militer. Di Cina dan Jepang juga belum ada regulasi untuk penggunaan UHF. Di Australia dan Selandia Baru, rentang 918 - 926 MHz digunakan tanpa lisensi, tetapi restriksinya juga ada pada transmission power-nya.
Regulasi juga ada pada sisi kesehatan dan isu lingkungan. Sebagai contoh, di Eropa, regulasi dari Waste Electrical and Electronic Equipment menyatakan bahwa RFID tag tidak boleh dibuang. Ini artinya bahwa jika suatu kemasan kosong mau dibuang, maka RFID tag-nya harus dilepas terlebih dahulu.
Berikut ini beberapa standar yang dibuat dan mengandung seputar teknologi RFID, yaitu:
· ISO 10536
· ISO 14443
· ISO 15693
· ISO 18000
· EPCglobal
Keamanan
Pihak RSA Security sudah memiliki suatu prototipe alat yang bisa secara lokal untuk men-jam sinyal RFID. Ini memungkinkan seseorang nantinya bisa menghindari identifikasi.
Kontroversi seputar RFID
Penggunaan RFID juga mengundang berbagai kontroversi. Ada empat alasan sehubungan privasi dalam penggunaan RFID, yaitu:
· Pembeli suatu barang (yang dilengkapi RFID tag) tidak akan tahu keberadaan dari RFID tag atau bahkan tidak dapat untuk melepasnya.
· RFID tag dapat dibaca oleh pihak lain dalam jarak yang jauh tanpa sepengetahuan pemiliknya.
· Jika suatu barang yang mengandung RFID tag Anda beli dengan menggunakan kartu kredit, maka akan sangat mungkin untuk mengasosiasikan ID tersebut dengan identitas si pembeli.
· EPCglobal sedang membuat suatu standar untuk memberikan suatu ID yang unik secara global dan ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah privasi dan juga masih belum begitu perlu untuk beberapa aplikasi.
Referensi:
· http://en.wikipedia.org/
· http://id.wikipedia.org/wiki/RFID