Laman

Selasa, 07 Desember 2010

OVERCLOCK


Cara dan Pengertian Overclock

Kata overclock mungkin menjadi bahasa asing bagi seorang pemula yang tertarik
dibidang hardware. Tetapi bagi mereka yang sudah mahir dibidang hardwawe, kata
tersebut merupakan sebuah kata baku dan digunakan dalam kehidupan sehari hari.
Bahasa overclock disusun dari dua kata yaitu over dan clock yang artinya melakukan
setup mainboard clock bagi processor maupun sebuah VGA. Kata overclock
dikonotasikan dengan membuat computer lebih cepat.
Entah kapan dimulai para hobbiest melakukan overclock. Diperkirakan overclock
sudah dimulai pada tahun 1985. Kalau tidak salah, computer pertama yang dijual
yaitu jenis PC XT dengan processor tipe Intel (8088) dan dibuat lebih cepat bekerja
dengan procesor dari NEC V20. Maklum kecepatan pada computer PC XT dahulu
luar biasa lambatnya. Jangankan kata sistem Linux atau Windows. Yang kita kenal
saat itu hanyalah PC-DOS IBM sebagai sistem operasi sebuah computer. DOS
hanyalah berbentuk disket sudah dapat dijadikan storage pada computer termasuk
sistem operasi. Pada tahun itu tidak banyak orang mengenal tentang harddisk ataupun
memory seperti jenis. Hardware masih sangat mahal dan sederhana. Bahkan tidak
pernah terdengar kata giga seperti sekarang ini. Memory masih dalam hitungan
Kilobyte, harddisk pertama berukuran sangat besar dengan beberapa puluh megabyte
Overclock mulai dilakukan ketika processor 486 DX dan Pentium Klasik pertama.
Tetapi memacu processor hanya dapat dilakukan dengan jumper pada mainboard.
Misalnya Pentium 166Mhz dijumper menjadi kecepatan 200Mhz, sedikit sekali
perbedaan antara 166Mhz dan 200Mhz. Tetapi cukup lumayan untuk kecepatan pada
tahun ini.
Ramainya overclocker dimulai pada 1997 ketika Intel mengeluarkan processor jenis
Celeron berkecepatan 300Mhz dengan jenis slot 1 dan ramai ramai dipacu menjadi
450Mhz. Saat itulah muncul para overclocker yang mulai memacu processor sampai
batas terakhir.
Perusahaan Taiwan saat itu sudah menguasai dibidang hardware membuat mainboard
dengan option yang dapat disetup oleh pemakai. Munculnya Abit dengan mainboard
untuk setup via BIOS dan mainboard jumperless. Abit pertama mengumumkan
mainboard dengan jumper minimal dan pemakai dapat melakukan setup pada BIOS
untuk kecepatan processor.

APAKAH SEBENARNYA TUJUAN OVERCLOCK?
Tujuan utama melakukan overclock adalah memacu sebuah processor VGA dan CPU
agar lebih cepat bekerja.
Tetapi saat ini untuk dengan teknologi yang ada, memungkinkan seseorang memiliki
kemudahan membuat computer dengan overclock. Misalnya seseorang ingin memacu
computer lebih cepat bekerja dengan processor yang lebih murah untuk menyamai
computer yang memiliki processor lebih cepat dan mahal. Misalnya mengunakan
processor seharga 1 juta tetapi mampu memiliki kecepatan yang hampir atau melebihi
computer dengan procesor lebih mahal
Ada juga tujuan khusus yang menjadi trend setelah tahun 2000. Misalnya untuk
aplikasi game. Dengan melakukan overclock , sebuah computer akan lebih cepat dan
lebih nyaman dinikmati. Dengan overclock semua perangkat akan meningkat. Fungsi
yang terakhir inilah tujuan paling umum digunakan. Karena tersedianya perangkat
tambahan hampir semuanya tersedia, serta didukung oleh perusahaan mainboard
untuk memasukan sistem overclock pada BIOS. Sayangnya, ketika itu belum semua
perkembangan telah sempurna. Karena masih terbatasnya perangkat seperti memory,
mainboard dan heatsink yang tidak selengkap sekarang ini.

BAGAIMANA MELAKUKAN OVERCLOCK?
Melakukan overclock sebenarnya melakukan setup kecepatan clock CPU pada BIOS.
Bila processor dengan kecepatan 1.6Ghz dengan bus 100Mhz, artinya processor
bekerja pada kecepatan 16X100Mhz akan menghasilkan kecepatan processor
1600Mhz atau 1.6GHz. Dengan merubah bus pada option BIOS misalnya dari
100Mhz menjadi 133Mhz maka computer akan bekerja dengan kecepatan 2.1GHZ
atau 16X133Mhz dengan hasil 2.1Ghz atau 2.128Mhz. Apakah sedemikian mudah
melakukan overclock. Betul, hanya dengan cara inilah computer dapat dipacu dan
sedemikian mudahnya seseorang melakukan overclocking.

BERAPA MAHAL DARI BIAYA OVERCLOCK?
Biaya overclock bisa bervariasi. Bila anda melakukan overclock sebuah computer
yang tidak terlalu tinggi, misalnya dengan mempercepat laju processor menjadi 10%
atau 20% lebih cepat. Mungkin anda tidak memerlukan biaya tambahan. Perubahan
hanya dilakukan pada BIOS saja.
Contoh anda mengunakan procesor 1.6Ghz, lalu memacu menjadi 2.1Ghz. Dengan
heatsink standard, pada kecepatan tersebut masih diposisikan aman bagi computer dan
dapat dilakukan dengan mudah.
Tetapi bila dilakukan overclock cukup tinggi, misalnya diatas 25%, umumnya akan
muncul kendala terjadi pada panas processor. Karena disain heatsink standard sebagai
pendingin processor dibuat terbatas untuk kecepatan tertentu. Kendala pada panas
processor dapat diperbaiki dengan menganti heatsink non standard. Dengan heatsink
non standard maka processor terhindar dari hang atau malfunction karena terlalu
panas bekerja. Atau dibantu pada sirkulasi udara didalam untuk memperbaiki sistem
pendingin computer.
Kenapa panas menjadi momok dari kegiatan overclock. Dengan peningkatan
kecepatan, dampak akan membuat processor menjadi panas.
3
Lalu dimana tingkat kemahalan dari kegiatan overclock. Bila anda melakukan
overclock pada processor saja, tanpa memperbaiki perangkat lainnya. Hal ini dapat
dikatakan murah. Tetapi bila anda berkeinginan mengoptimalkan seluruh perangkat
yang ada, termasuk memory, mainboard premium, VGA top-end, power supply,
pendingin bahkan case yang khusus di disain untuk overclocking. Disitulah nilai
mahal yang harus disediakan. Karena perangkat khusus yang disediakan memang
memiliki kelebihan tersendiri.
Memiliki sebuah computer dengan tingkat hardware paling optimal hampir sama
seperti membeli sebuah PC dengan harga 2 buah PC. Contoh saja, dahulu ada seorang
pemula menginginkan pendingin yang baik bagi computer karena telah dioverclock.
Untuk menghemat dia membeli fan berkecepatan 7.200RPM 80mm akan lebih murah
dibandingkan membeli heatsink bagus tetapi lebih mahal. Beberapa hari kemudian,
dia kembali menganti heatsink 7.200RPM dengan heatsink baru. Dikatakan , ketika
fan dipasangkan didalam case ternyata malah membuat seluruh meja kerjanya ikut
bergetar.

APA YANG PERLU DI LAKUKAN UNTUK MELAKUKAN OVERCLOCK?
Mudah untuk membuat processor agar dapat dioverclock, tetapi dampaknya cukup
luas bagi hardware lain. Bila berbicara pada computer yang ada saat ini, melakukan
overclock akan berdampak bagi hardware seperti sistem I/O, VGA dan lainnya.
Mengoverclock sebuah processor beberapa MHz juga akan memacu kinerja bagian
lain seperti memory, PCIe, PCI dan AGP clock. Artinya bila procesor dengan
kecepatan bus 100MHz dipacu menjadi 120MHz (20%), maka kecepatan clock
hardware lain juga meningkat. Demikian juga kecepatan memory akan dipacu
mengikuti kecepatan processor yaitu sekitar 20%.
Banyak kesalahan terjadi bagi pemula karena tidak terlalu mengenal perhitungan,
kemampuan serta batasan dari hardware. Untuk itu kita bagi dari masing masing
hardware yang terkait satu sama lain karena secara langsung akan terkena dampak
ketika processor dipacu diatas standard.

DENGAN MEMACU OVERCLOCK PADA PROCESSOR TERDAPAT 3 HAL
PENTING.
1. Processor memiliki batas kecepatan tertentu, semakin tinggi maka semakin panas
dan tidak stabil. Menghadapi panas hanya dapat dihadapi dengan sistem pendingin
yang baik. Menganti pendingin jenis tertentu akan menjaga keberhasilan ketika
melakukan overclock.
2. Semakin tinggi multiplier sebuah processor akan semakin tidak stabil. Umumnya
mereka yang ingin melakukan overclock mengambil inisiatif dengan jalan membeli
processor bermultiplier rendah. Dengan multiplier rendah, maka kecepatan processor
memiliki persentas lebih tinggi plus lebih murah. Misalnya anda mengunakan
processor 2.4Ghz dengan multiplier 12 X 200Mhz akan mudah dipacu menjadi 3Gz
4
dengan bus 250Mhz dann terjadi peningkatan 25%. Dibandingkan anda mengunakan
processor 3GHz dengan bus 200Mhz dan multiplier 15 X 200Mhz yang
mengharuskan bekerja pada 3.75Ghz dengan bus 250Mhz akan sulit untuk stabil
bekerja
3. Daya power untuk processor. Kita mengenal dengan overvoltage. Dengan
menambahkan voltage bagi processor akan menjaga kestabilan computer. Bila
overclock dilakukan pada batas wajar, overvoltage jarang dilakukan. Tetapi pada
overclock yang cukup extreme, overvoltage umumnya menjadi pilihan terakhir yang
diambil. Dampaknya kembali kepada point pertama yaitu semakin panasnya
processor. Mengapa overvoltage dilakukan. Semakin cepat processor bekerja,
semakin besar daya atau power yang dibutuhkan. Dengan menambah supply power
bagi processor dengan peningkatan voltage atau overvoltage akan memberikan power
yang cukup ketika processor bekerja diatas kecepatan standard. Untuk meningkatkan
daya bagi procesor, pada BIOS setup terdapat option Vcore. Angka Vcore inilah yang
dimainkan agar processor menjadi lebih stabil

DAMPAK PADA CHIP-SET DAN KESTABILAN HARDWARE LAIN.
Setelah membahas kendala overclock processor, kita kembali melihat dasar dari bus
clock pada sistem computer. Melihat dari bagian mainboard, terdapat pembagian
kecepatan yang sama agar sinkron bekerja dari tiap tiap hardware.
Melihat pembagian bus tersebut anda dapat menganalisa. Bila sebuah computer
dengan kecepatan processor 100Mhz pada bus external, lalu dipacu menjadi 120Mhz.
Dampaknya perhitungan clock pada device PCIe, AGP dan ISA bus juga meningkat
20% lebih cepat. Contoh saja bila sebuah VGA AGP dengan bus 66Mhz, dengan
kecepatan chip-set yang dipacu 20% saja akan memaksa VGA bekerja pada kecepatan
80Mhz. Artinya akan sulit membuat VGA tetap stabil ketika memainkan game. Atau
anda mengunakan harddisk jenis SATA yang sensitif terhadap perubahan, ketika
melakukan overclock bisa saja menyebabkan kegagalan harddisk bekerja.
Sebelum perusahaan mainboard membuat option pengunci PCIe/AGP dan PCI, cara
paling mudah adalah mencari titik aman pada clock internal. Ketika seseorang
melakukan overclock, 20% mungkin malah membuat hardware tidak stabil. Tetapi
meningkatkan kecepatan pada overclock 30% malah hardware berjalan normal. Titik
30% adalah titik aman yang diambil para overclock. Perhitungan titik aman tersebut
berbeda beda baik pada jenis procesor yang ada.
Kendala pada peningkatan kecepatan bagi chip-set dengan overclock, saat ini
bukanlah sebuah masalah. Beberapa perusahaan mainboard telah mendisain agar
computer bekerja lebih stabil dengan penambahan option baru untuk pengunci dari
clock hardware. Option ini berfungsi sebagai pengunci agar clock dari hardware lain
tidak ikut naik mengikuti kecepatan clock processor. Ketika processor bekerja pada
kecepatan non standard, maka ketiga bagian tersebut akan tetap sama bekerja seperti
kecepatan standard.

PERSIAPAN DAN TAHAPAN OVERCLOCK.
Karena overclock adalah kegiatan trial and error atau coba coba. Tahap paling awal
5
adalah anda harus mengetahui dimana tempat untuk melakukan reset BIOS bila
computer terkunci ketika dilakukan overcloking. Bila BIOS tidak dapat melakukan
boot secara normal, maka pengembalin agar mainboard dapat berkerja kembali
dengan melakukan reset BIOS pada untuk mengembalikan BIOS diposisi default.
Hal lain adalah kesabaran. Coba melakukan peningkatan kecepatan processor secara
tahap demi tahap. Melakukan peningkatan secara berlebihan hanya akan
mengacaukan analisa anda. Melakukan overclock dengan perlahan akan lebih mudah
berhasil, dan menganalisa sesaat apakah computer sudah dapat bekerja dengan baik.
Dan coba nikmati beberapa aplikasi apakah semua sudah berjalan normal sebelum
meningkatkan kecepatan processor lebih tinggi lagi.
Bila terjadi kegagalan misalkan computer mengalami hang, blue screen atau gagal
menjalankan aplikasi tertentu. Kembalilah menganalisa pada bagian hardware. Dan
mencari dibagian manakah yang membuat computer gagal dilakukan overclock.

BEBERAPA BAGIAN YANG SERING MENYEBABKAN KEGAGALAN
KARENA OVERCLOCK.
1. Memory umumnya paling dominan. Ketika overclock terjadi, bagian memory harus
mengimbangi kecepatan processor.
2. Panas yang berlebihan terjadi pada processor bila mengunakan heatsink standard
3. Kekurangan daya pada processor karena mainboard atau power supply yang tidak
memadai
4. Kemampuan mainboard yang tidak menunjang, atau tidak di disain untuk
overclocking
5. Kemampuan perangkat hardware lain tidak mampu bekerja pada kecepatan
overclock

BAGIAN YANG PALING PENTING PADA OVERCLOCK ADALAH
MEMORY DAN POWER SUPPLY.
Beberapa tahun lalu anda pasti pernah mengenal memory jenis SDRAM dengan
kecepatan PC100, PC133 dan PC150. Saat ini perkembangan kecepatan memory
DDR dibagi dengan PC2100, PC2600 dan PC3200. Dan jenis DDR2 juga dibagi lagi
menjadi PC4300, PC5400 dan selanjutnya. Dan terakhir teknologi dual channel agar
memory memberikan bandwidth lebih besar dengan 2 buah modul memory yang
harus dipasang bersama sama.
Kita ambil contoh Pentium III dengan kecepatan 500Mhz bus 100Mhz. Untuk
mengoverclock menjadi 667Mhz maka computer harus dilakukan setup dengan bus
133Mhz. Dan memory dari standard PC66/PC100 harus diganti dengan PC133 dan
PC150
Bila anda mengunakan jenis Pentium 4 1.6Ghz dengan memory DDR dan bus
100Mhz maka computer cukup mengunakan PC2100. Tetapi dengan kecepatan
6
overclock dari 100Mhz menjadi 133Mhz maka computer idealnya mengunakan
memory berkecepatan PC2700/DDR333.
Pilihan dari kecepatan memory sebenarnya bukan masalah ketika mengoverclock
processor. Hanya untuk mengoptimalkan kinerja computer, diperlukan sebuah
kemampuan memory juga. Bila tujuan overclock untuk memaksimalkan seluruh
kinerja sebuah computer maka kecepatan memory menjadi adalah hal yang mutlak .
Sebagai contoh, mengunakan processor berkecepatan 200Mhz dengan dual channel
memory untuk optimalnya memiliki kinerja pada memory dengan DDR memory
berkecepatan DDR PC3200. Apakah memory berkecepatan PC2700 atau PC2100
tidak dapat digunakan. Jawabannya : tetap dapat digunakan. Beberapa mainboard saat
ini sudah memasukan option multiplier atau pembagian bagi kecepatan memory
dengan processor. Dengan menurunkan kecepatan multiplier memory maka computer
dapat mengunakan kecepatan memory lebih rendah
Dampak menurunkan multiplier memory tentu bertentangan dengan tujuan overclock.
Disatu sisi kecepatan processor meningkat, disisi lain yaitu kecepatan memory
menjadi menurun. Apakah yang terjadi jika kecepatan memory diturunkan. Tentu
bagian memory hanya menghasilkan bandwidth lebih rendah atau memiliki kecepatan
tranfer lebih rendah karena rendahnya clock yang dikurangi. Pada sisi processor atau
CPU sedang bekerja cepat, disisi memory malahan terjadi kelambatan pada tranfer
data antara processor ke memory. Hasilnya tentu menjadikan performa computer
sedikit lebih rendah
Pemakaian multiplier memory hanya berguna bila memory tidak sanggup bekerja
terlalu tinggi ketika processor dilakukan overclock. Sebagai contoh anda mengunakan
jenis DDR PC3200 jenis standard yang ada dipasaran. Dengan peningkatan kinerja
processor dengan overclock, umumnya terjadi kegagalan pada memory. Karena
memory tidak mampu bekerja diluar batas kecepatan standard. Pilihannya adalah
menurunkan kecepatan multiplier 1 step dari kecepatan yang ada.
Sebagai contoh pada gambar dibawah ini. Dengan kecepatan processor berFSB
200Mhz maka kecepatan memory standard akan dipacu pada 200Mhz X 2 = DDR400
atau sama dengan kecepatan PC3200. Melakukan overclock processor 10% saja dari
kecepatan standard processor maka dibutuhkan kecepatan memory pada kecepatan
DDR440. Bila memory tidak mampu bekerja pada kecepatan DDR440, pilihannya
dengan menurunkan kecepatan multiplier 1 step dibawahnya. Sehingga memory akan
bekerja pada kecepatan 365Mhz atau hampir sama seperti kecepatan PC2700. Karena
memory memiliki kecepatan DDR400, dengan kecepatan 365Mhz masih dapat
diterima atau dibawah kecepatan standard memory.

KEINGINAN YANG UMUMNYA HENDAK DI CAPAI OLEH PARA
GAMER.
Keinginan seseorang memiliki computer lebih cepat tidak lepas dari hardware
pendukung yang ada. Saat ini sudah banyak memory jenis premium dipasarkan.
Pilihan mengunakan memory jenis Premium memang tidak mudah. Selain lebih
mahal, memory dengan performa lebih tinggi dibandingkan memory standard
memiliki keistimewaan tersendir.
7
Kami sempat menanyakan pada sebuah produsen memory terbesar saat ini. Mengapa
dibuat memory jenis premium (untuk overclock) dan standard. Jawaban dari mereka
sederhana.

CHIP MEMORY DI BUAT DENGAN BEBERAPA MODEL :
Pertama adalah memory standard yang banyak dijual dipasaran. Memory standard
ditujukan pada end user. Umumnya chip memory standard dijual lebih murah dan
dirakit kembali menjadi memory module. Atau sudah dirakit menjadi memory module
dan dijual ke perusahan computer untuk digunakan pada computer branded. Jenis
memory standard diproduksi masal dalam jumlah banyak sehingga biaya produksi
lebih murah.
Jenis kedua adalah memory yang dijual khusus. Biasanya memory yang dijual khusus
diperuntukan bagi perusahaan memory ternama. Perusahaan dengan merek memory
tertentu memproduksi module memory dan diberikan label merek dari perusahaan
pembuat module memory. Umumnya memory dengan merek tertentu sudah memiliki
jaminan terhadap kompatibel diberbagai hardware. Jadi yang ditekankan adalah
kompatible pada hardware yang ada dipasaran
Ketiga adalah memory berdasarkan pesanan untuk jenis Premium. Perusahaan
pembuat memory hanya membuat memory jenis Premium yang dipesanan dari
perusahaan OEM/merek perusahaan memory tertentu dalam jumlah besar. Karena
dibuat berdasarkan pesanan, walaupun memilik jumlah besar tetapi tetap mahal
karena memiliki kualitas. Memory Premium memang dibuat dengan biaya ebih
mahal. Selain memiliki daya tahan lebih tinggi, kemampuan memory Premium tidak
akan pernah didapat pada memory standard dan hampir tidak pernah dijual langsung
oleh pembuat memory itu sendiri. Kriteria dari memory Premium memang lepas dari
kebutuhan memory standard. Biasanya dipasarkan dengan tingkat latency rendah, atau
memiliki kemampuan bekerja pada clock tinggi. Khusus bagi para gamer, lebih
memilih memory jenis premium. Jenis memory premium umumnya memiliki
ketahanan lebih tinggi.
Manfaat ganda juga didapat dengan memory premium. Saat ini ada 2 pilihan antara
memory premium ber-latency rendah dengan ketahanan clock standard dan memory
premium yang mampu bertahan pada kecepatan clock tinggi tetapi berlatency tinggi.
Untuk mengunakan memory dengan kemampuan clock tinggi, lebih ideal digunakan
pada overclock. Tetapi memiliki kelemahan dengan latency tinggi misalnya dinamai
dengan PC4400 berlatency 2.5-3-3-6, sehingga computer terlihat kurang responsif.
Tetapi pada memory yang memang lebih mampu bertahan pada clock tinggi dan
mampu menerima voltage diatas standard (kami sebut VDIMM). Pilihan ini memang
harus diambil, karena hanya jenis memory khusus inilah yang mampu mengimbangi
kebutuhan tranfer data antara memory dengan processor.
Kebalikannya adalah memory premium ber-latency rendah. Memory jenis ini
memiliki fungsi ganda. Bila menginginkan sebuah computer dengan overclok tidak
8
terlalu tinggi disarankan tetap mengunakan memory ber-latency rendah misalnya 2-2-
2-6. Computer terlihat lebih responsif, karena memory begitu cepat bekerja
dibandingkan memory dengan clock tinggi dan memiliki latency tinggi. Disamping
efek respon yang baik pada memory ber-latency rendah, pemakaian overclock masih
dimungkinkan asalkan tidak melebihi batas dari kemampuan maksimum memory.
Dengan memainkan latency lebih tinggi pada memory ber-latency rendah, masih
memungkinkan memory bekerja pada clock yang lebih besar. Misalnya PC3200
dengan latency 2-2-2-5 pada kecepatan 200Mhz, masih mampu bekerja pada 250Mhz
dengan latency 3-3-3-6. Pilihannya terletak pada sipemakai, apakah membutuhkan
ketahanan memory pada tingkat clock tinggi atau ingin mempertahankan kemampuan
memory agar lebih responsif bekerja.

KENYAMANAN OVERCLOCK DENGAN POWER SUPPLY BERMUTU
(KELAS PREMIUM)
Terakhir adalah kemampuan dari power supply. Power supply premium memiliki
tingkat efisiensi tinggi serta proteksi baik sebagai fungsinya sebagai power supply
maupun keamanan bagi perangkat computer.
Power supply premium memiliki beberapa fitur seperti overvoltage, overload, short
protection dan sebagainya. Sistem proteksi pada output voltage sangat penting. Ketika
power supply mengalami kelebihan beban, umumnya voltage output akan meningkat.
Pada posisi membahayakan, maka power supply akan mematikan dirinya agar
menjaga perangkat yang ada tidak mengalami overvoltage.
Sistem proteksi ini dibutuhkan bagi para overclock agar harta didalam computer
aman. Bila anda pernah menemukan sebuah mainboard dan procesor terbakar karena
power supply terus saja memberikan supply daya ke computer. Itu adalah salah satu
dampak dari kelemahan sistem power yang digunakan.
Hal tersebut mungkin jarang terjadi pada pemakaian power supply kelas premium.
Tentunya akan konyol bila seseorang mengunakan power supply standard seharga 300
ribu, tetapi dipasangkan pada seperangkat hardware yang harganya diatas 10 juta
rupiah.
Tetapi bagian terpenting adalah tingkat power efisiensi. Pada power supply dikenal
dengan power efficiency / efisiensi power (power factor) sebagai perbandingan input
dan output. Input adalah daya yang dibutuhkan oleh power supply dari sumber listrik,
sedangkan output adalah daya DC yang dikeluarkan oleh power supply dari beban
sebuah computer.
Apakah arti dari power effisien itu. power effisien adalah perbandingan antara
pemakaian input dengan hasil output yang dihasilkan. Bila sebuah power supply
memiliki power ratio 50%, artinya 50% power output dihasilkan dari 100% input.
Sebagai contoh, sebuah power supply dengan daya 300W dengan ratio 50% maka
maksimum output yang dihasilkan adalah 150W.
Saat ini sudah banyak produsen power supply jenis premium. Power supply jenis
premium umumnya memiliki tingkat power effisien sampai 65-85%. Artinya daya
yang dikeluarkan lebih efisien dibandingkan sebuah power supply standard. Dengan
9
label 400W dan power efisien 75%, artinya output power yang dapat diberikan ke
perangkat hardware mencapai tingkat maksimal 300W DC dengan kebutuhan daya
listrik 400W AC. Dengan melakukan overcloking baik VGA maupun Processor,
kebutuhan daya akan meningkat. Ada baiknya anda melihat kembali berapa
kemampuan power supply terhadap beban hardware. Menyediakan power supply
standard dan tingkat power effisien rendah hanya akan memboroskan daya listrik dan
mengacaukan analisa anda ketika melakukan overclock
Dengan artikel diatas, diharapkan pembaca sudah mengenal lebih jauh tentang
hardware khususnya untuk pemakaian overclocking. Diharapkan juga anda tidak
menganggap bahwa overclock adalah sebuah kegiatan gila yang beresiko. Siapapun
dapat membuat sebuah computer lebih cepat dari standard. Overclock bukanlah
kegiatan untuk merusak hardware, tetapi hanya meningkatkan performa computer
agar bekerja lebih baik.
Overclock tidak hanya bertujuan untuk membeli processor murah untuk menghasilkan
kecepatan yang sama dengan processor yang lebih cepat dan mahal. Tetapi
memaksimalkan perangkat seluruh harware yang ada, untuk bekerja semaksimal
mungkin. Dampaknya, sebuah computer impian anda yang lebih nyaman, lebih cepat,
dan lebih responsif agar dapat dinikmati.

0 komentar:

Posting Komentar

Thanx dah mau komen